Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Pramono: Waspadai Dampak Konflik Iran terhadap Harga Barang di Jakarta

📅 Senin, 02 Mar 2026, 18:10 WIB | Oleh:
Gubernur Pramono: Waspadai Dampak Konflik Iran terhadap Harga Barang di Jakarta Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewaspadai dampak konflik antara Amerika Serikat dan Iran terhadap stabilitas harga barang dan jasa di ibu kota. Ia berharap konflik tersebut tidak berlangsung lama karena berpotensi mengganggu rantai pasok global dan memicu kenaikan harga.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewaspadai dampak konflik antara Amerika Serikat dan Iran terhadap stabilitas harga barang dan jasa di ibu kota. Ia berharap konflik tersebut tidak berlangsung lama karena berpotensi mengganggu rantai pasok global dan memicu kenaikan harga.

"Saya sebagai Gubernur Jakarta berharap agar perang ini tidak berlangsung lama. Karena kalau berlangsung lama pasti akan berdampak pada barang dan jasa," ujar Gubernur saat meresmikan JPO Sarinah.

Ia menjelaskan salah satu titik krusial dalam distribusi global berada di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman energi dunia. Menurutnya, kawasan itu memegang peranan strategis dalam stabilitas ekonomi global.

"Kenapa barang dan jasa? Karena pertama supply chain-nya ini kan melalui Selat Hormuz yang di situ hampir 30 persen lebih minyak dunia itu selalu melewati selat ini, termasuk juga barang-barang yang lain," katanya.

Gubernur Pramono menegaskan, apabila jalur tersebut terganggu atau bahkan ditutup, dampaknya akan langsung terasa pada biaya distribusi. Konsekuensinya, harga barang akan terdorong naik akibat bertambahnya ongkos logistik.

"Maka kalau kemudian ini ditutup, pasti dampaknya supply chain-nya menjadi semakin panjang, ongkos perjalanan untuk barang tersebut menjadi lebih mahal dan dampaknya kepada harga pasti akan terdampak. Sehingga dengan demikian saya berharap bahwa perang ini tidak berlangsung lama," ucapnya.

Mengantisipasi potensi gejolak tersebut, Pemprov DKI Jakarta menginstruksikan seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk bersiap dalam skenario krisis. Pemerintah daerah diminta tidak reaktif, tetapi sudah menyiapkan langkah konkret sejak dini.

"Untuk Jakarta sendiri, karena kita mempunyai infrastruktur dan kemudian BUMD yang ada, saya menyampaikan kepada jajaran BUMD untuk kita selalu berpikir tentang krisis," katanya.

Ia mencontohkan strategi penguatan pasokan pangan yang telah dilakukan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Tahun ini, Pemprov DKI mendatangkan ribuan sapi untuk menjaga stabilitas harga daging di pasaran.

"Seperti ketika kita menghadapi Lebaran kali ini, kemarin kita mendatangkan sapi impor di saat menghadapi Ramadan dan juga Idul Fitri. Ini cara kita supaya harga daging tidak mengalami kenaikan, dan alhamdulillah sampai hari ini tidak mengalami kenaikan," ujarnya.

Menurutnya, pola intervensi pasokan tersebut menjadi salah satu instrumen penting menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global. Ia memastikan langkah antisipatif akan terus dilakukan apabila situasi internasional berkembang dan berdampak pada ekonomi domestik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.