Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Jatim: Desa Berperan Perkuat Pangan dan Ekonomi Daerah

📅 Jumat, 30 Mei 2025, 03:15 WIB | Oleh:
Gubernur Jatim: Desa Berperan Perkuat Pangan dan Ekonomi Daerah Doc: ANTARA/Moch Asim
Ket. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melihat barang yang dipamerkan di Pameran Kampung Kreasi (Pakasi) 2025 di Surabaya, Kamis (29/5).

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan peran strategis desa dalam memperkuat sektor pangan dan ekonomi daerah sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

"Jawa Timur memiliki lebih dari 4.000 desa mandiri, tertinggi secara nasional. Ini membuktikan bahwa desa-desa kita mampu menjadi motor utama dalam ketahanan pangan," ujar Khofifah saat membuka Pameran Kampung Kreasi (Pakasi) 2025 di Surabaya, Jatim, Kamis.

Kegiatan tahunan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur itu bertema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan dalam Rangka Penguatan Ketahanan Pangan".

Pakasi 2025 diikuti oleh 66 stan dari DPMD kabupaten/kota se-Jawa Timur serta partisipasi DPMD Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain itu, turut dilibatkan sejumlah perguruan tinggi yang mendampingi program pengembangan kapasitas desa, khususnya di sektor pangan dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Pada kesempatan itu, Khofifah mengungkapkan capaian Jawa Timur di sektor pangan, antara lain surplus 500 ribu sapi potong, 526 ribu kambing, dan 1.717 kerbau.

Di sektor tanaman pangan, produktivitas tebu di Kabupaten Bondowoso tercatat mencapai 20 ton per hektare.

"Sementara komoditas padi tetap menjadi unggulan dengan produktivitas tertinggi secara nasional," ucapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya integrasi distribusi pangan untuk menghindari ketimpangan harga.

"Kerja sama antardaerah itu sangat penting, bahkan antarpasar dalam satu kota pun perlu koordinasi agar distribusi merata dan harga stabil," katanya.

Dia mencontohkan disparitas harga jagung antara Lamongan dan Blitar, serta fluktuasi harga cabai di pasar Surabaya.

Lebih lanjut, Khofifah menekankan perlunya membangun ekosistem pangan yang produktif melalui sinergi multipihak.

"Membuka ruang pasar masing-masing daerah sangat penting. Kadang produk tertentu dibutuhkan di daerah lain. Maka sinergi antardaerah harus diperkuat untuk membangun ekosistem pangan yang lebih produktif," ujarnya.

Kepala Dinas PMD Jawa Timur Budi Sarwoto mengatakan pakasi menjadi simbol penguatan kemandirian desa yang semakin terarah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.