Gubernur Jatim: Desa Berperan Perkuat Pangan dan Ekonomi Daerah
📅 Jumat, 30 Mei 2025, 03:15 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Moch Asim
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan peran strategis desa dalam memperkuat sektor pangan dan ekonomi daerah sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
"Jawa Timur memiliki lebih dari 4.000 desa mandiri, tertinggi secara nasional. Ini membuktikan bahwa desa-desa kita mampu menjadi motor utama dalam ketahanan pangan," ujar Khofifah saat membuka Pameran Kampung Kreasi (Pakasi) 2025 di Surabaya, Jatim, Kamis.
Kegiatan tahunan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur itu bertema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan dalam Rangka Penguatan Ketahanan Pangan".
Pakasi 2025 diikuti oleh 66 stan dari DPMD kabupaten/kota se-Jawa Timur serta partisipasi DPMD Provinsi Kalimantan Selatan.
Selain itu, turut dilibatkan sejumlah perguruan tinggi yang mendampingi program pengembangan kapasitas desa, khususnya di sektor pangan dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada kesempatan itu, Khofifah mengungkapkan capaian Jawa Timur di sektor pangan, antara lain surplus 500 ribu sapi potong, 526 ribu kambing, dan 1.717 kerbau.
Di sektor tanaman pangan, produktivitas tebu di Kabupaten Bondowoso tercatat mencapai 20 ton per hektare.
"Sementara komoditas padi tetap menjadi unggulan dengan produktivitas tertinggi secara nasional," ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menyoroti pentingnya integrasi distribusi pangan untuk menghindari ketimpangan harga.
"Kerja sama antardaerah itu sangat penting, bahkan antarpasar dalam satu kota pun perlu koordinasi agar distribusi merata dan harga stabil," katanya.
Dia mencontohkan disparitas harga jagung antara Lamongan dan Blitar, serta fluktuasi harga cabai di pasar Surabaya.
Lebih lanjut, Khofifah menekankan perlunya membangun ekosistem pangan yang produktif melalui sinergi multipihak.
"Membuka ruang pasar masing-masing daerah sangat penting. Kadang produk tertentu dibutuhkan di daerah lain. Maka sinergi antardaerah harus diperkuat untuk membangun ekosistem pangan yang lebih produktif," ujarnya.
Kepala Dinas PMD Jawa Timur Budi Sarwoto mengatakan pakasi menjadi simbol penguatan kemandirian desa yang semakin terarah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!