Gubernur DKI Jakarta Ungkap UMKM Antusias Pindah ke Blok M Hub
📅 Minggu, 07 Sep 2025, 17:05 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Istimewa
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut antusiasme para pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat tinggi untuk menempati lokasi usaha baru di kawasan Blok M Hub, usai polemik kenaikan sewa kios di Distrik Blok M.
Respons positif dari para pelaku UMKM tersebut tidak terlepas dari berbagai insentif yang ditawarkan pemerintah, salah satunya yakni pemberian sewa gratis kios selama dua bulan.
"Jadi respons dari pedagang luar biasa karena kami setelah saya berdiskusi dengan manajemen yang ada dan juga dengan Dirut MRT, kami memberikan kebebasan selama dua bulan sepenuhnya," ujar Gubernur Pramono, Minggu (7/9).
Untuk memastikan kenyamanan para pelaku UMKM menempati kios baru yang ditawarkan tersebut, Gubernur juga telah menginstruksikan agar dilakukan perbaikan pendingin ruangan.
"Dan kami juga membantu kepada para UMKM yang ada di Blok M apabila mereka bersedia pindah di Blok M Hub, maka AC-nya semuanya sudah saya minta tolong diperbaiki," tutur dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan adanya fasilitas dan dukungan dari Pemprov DKI, Gubernur Pramono berharap kawasan Blok M akan menjadi pusat ekonomi baru di Jakarta.
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Pramono langsung bergerak cepat menyelesaikan permasalahan kenaikan tarif sewa kios yang dinilai terlalu mahal oleh pelaku UMKM. Karena itu, Gubernur Pramono telah berkoordinasi dengan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, untuk mengalihkan para pelaku UMKM ke area lain yang dikelola langsung oleh MRT.
Gubernur Pramono menyebut, PT MRT Jakarta akan memberikan sewa gratis selama dua bulan kepada para pelaku UMKM yang akan menempati tempat yang sudah disediakan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur Pramono berharap tempat tersebut bisa menjadi lokasi terbaik bagi pelaku UMKM karena memiliki fasilitas yang lebih baik dan tertata, seperti adanya pendingin ruangan (AC) dan lingkungan yang lebih bersih.
Selain itu, Gubernur Pramono juga meminta kerja sama antara PT MRT Jakarta dengan salah satu koperasi agar dihentikan jika tidak mematuhi kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya. Permasalahan kenaikan tarif sewa ini, kata Gubernur Pramono, bukan berasal dari PT MRT Jakarta, melainkan dari pihak koperasi. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!