Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Green Jobs: Apa Benar Punya Prospek Buat Generasi Zilenial?

📅 Jumat, 23 Mei 2025, 13:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Green Jobs: Apa Benar Punya Prospek Buat Generasi Zilenial? Doc: The Conversation

Imam Salehudin, Universitas Indonesia; Aswin Dewanto Hadisumarto, Universitas Indonesia, dan Dony Abdul Chalid, Universitas Indonesia

Di tengah krisis iklim dan jurang kesenjangan sosial yang makin lebar, muncul gelombang baru dalam cara generasi muda memaknai karier.

Gen Z dan milenial—atau yang sering disebut Zilenial—tidak lagi menjadikan gaji dan jabatan sebagai satu-satunya tujuan hidup. Mereka juga memilih pekerjaan berdasarkan kejelasan nilai dan dampak sosial-lingkungannya.

Survei global yang dilakukan oleh perusahaan Big 4 Deloitte pada 2024 menunjukkan bahwa 86% Gen Z dan 89% milenial menganggap pentingnya memiliki sense of purpose dalam pekerjaan. Bahkan, 50% Gen Z dan 43% milenial mengaku pernah menolak proyek atau pekerjaan karena tidak sejalan dengan nilai etika pribadi mereka, termasuk yang berkaitan dengan isu lingkungan dan nilai-nilai inklusi.

Fenomena ini menandai pergeseran besar dalam etika karier: bekerja tidak lagi semata-mata mencari nafkah, tetapi juga bentuk aktualisasi nilai spiritualitas di tempat kerja—yang kini hadir tak hanya berbentuk ritual, tetapi melalui sikap profesionalisme yang berdampak positif pada masyarakat dan lingkungan.

Green jobs: Jalan tengah antara etika, inovasi, dan masa depan

Istilah green jobs merujuk pada pekerjaan yang berkontribusi pada pelestarian atau pemulihan lingkungan, seperti sektor energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, pengelolaan limbah, desain ramah lingkungan, hingga teknologi bersih.

Sayangnya, di Indonesia, green jobs masih dimaknai sempit dan kerap disalahartikan sebagai bentuk aktivisme semata.

Riset Coaction Indonesia menunjukkan, hanya 2 dari 5 kaum muda yang mengaku paham tentang green jobs, itu pun dalam pengertian yang dangkal. Hal ini tergambar dari variasi definisi yang mereka sampaikan, yang umumnya hanya mengaitkan green jobs dengan istilah seperti “pekerjaan hijau” atau “ramah lingkungan”, tanpa pengetahuan konkret mengenai sektor, dampak, atau keterampilan yang relevan.  

Meski begitu, setelah mendapatkan penjelasan, 76% responden mengaku sangat tertarik bekerja di bidang ini, khususnya karena green jobs menjawab tantangan yang menyatukan inovasi, teknologi, dan keberlanjutan.

Di dalam negeri, peluang green jobs terus berkembang seiring dengan tuntutan beralih ke energi bersih. Teknisi dan insinyur panel surya kini sangat dibutuhkan untuk membangun sistem energi bersih mulai dari tingkat desa hingga kawasan industri.

Di sektor teknologi juga muncul profesi baru seperti analis emisi karbon dan pengembang aplikasi berbasis lingkungan. Data Coaction Indonesia menyebutkan bahwa investasi di energi terbarukan bisa menciptakan 70% lebih banyak lapangan kerja dibandingkan dengan sektor energi fosil. Besar sekali bukan?

Tak hanya lapangan kerja formal, green jobs juga bisa mencakup berbagai wirausaha ramah lingkungan. Contohnya adalah usaha bank sampah, yang sudah menjadi model kewirausahaan sosial di berbagai daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.