Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Geopark Kaldera Toba Makin Diakui Dunia, Raih Apresiasi dari Asesor UNESCO

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 11:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Geopark Kaldera Toba Makin Diakui Dunia, Raih Apresiasi dari Asesor UNESCO Doc: Antara Foto
Ket. Tim asesor UNESCO Geopark Kaldera Toba Prof Jose Brilha (kiri) dan Jeon Yongmun (kanan) mengabadikan keindahan Danau Toba di hari pertama revalidasi Geopark Kaldera Toba, Sumatera Utara

Taman Bumi (Geopark) Kaldera Toba banyak memperoleh penilaian positif dari para asesor Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) saat revalidasi status kawasan itu pada 21-25 Juli 2025.

"Di hari pertama revalidasi (peninjauan kembali) asesor UNESCO. Kaldera Toba dapatkan nilai positif," ujar Kepala Dinas Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Yuda Pratiwi Setiawan saat dihubungi di Medan, Selasa.

Penilaian positif itu, lanjut dia, atas beberapa geosite (situs warisan geologi) Taman Bumi Kaldera Toba saat dikunjungi para asesor UNESCO, yakni Prof Jose Brilha (Portugal), dan Dr Jeon Yongmun (Korea Selatan).

Sedikitnya empat geosite dikunjungi tim asesor UNESCO, yakni Sipinsur merupakan kawasan wisata alam di tepian Danau Toba dan Hutaginjang adalah satu desa dataran tinggi terbentuk dari debu vulkanik.

Kemudian, Taman Eden 100 adalah suatu taman seluas 40 hektare ditanami 100 jenis tanaman dilengkapi air terjun dan hutan Sibaganding merupakan taman wisata primata.

"Keempat geosite tersebut sudah dikelola dengan baik, sehingga membuat asesor terkesan," katanya.

Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) menyebutkan, revalidasi status Taman Bumi Kaldera Toba dilakukan pada 21-25 Juli 2025.

Pada rapat UNESCO Global Geopark di Maroko pada 4-5 September 2023 menyatakan, kawasan Geopark Kaldera Toba mendapat kartu kuning dari UNESCO.

Kartu kuning adalah peringatan badan pengelola kawasan karena tidak memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan dan UNESCO meminta BP TCUGGp untuk melakukan perbaikan sebelum dilakukan revalidasi dua tahun kemudian.

"Dari keempat geosite yang didatangi hari ini mulai Sipinsur hingga GIC (Geopark Information Centre). Alhamdulillah mendapat nilai sangat bagus, tetapi kita masih perlu mendalami beberapa hal, atas geologi di setiap geosite," kata Yuda.

Pihaknya menegaskan, kepada pemerintah daerah dan lembaga terkait Geopark Kaldera Toba banyak mendapatkan masukan dari para asesor UNESCO.

Hal itu menjadi dorongan bagi pemerintah provinsi, tujuh pemerintah kabupaten se-kawasan Danau Toba dan lembaga lainnya untuk mengelola Geopark Kaldera Toba lebih baik lagi.

"Tentu kita belum sempurna mengelola, masih ada kekurangan di sana sini. Tetapi kita terus berbenah, memperbaiki diri. Ini satu upaya kita meningkatkan pengelolaan Kaldera Toba," katanya.

Prof Jose Brilha memberikan masukan dengan memperkuat perlindungan warisan geopark, seperti formasi bebatuan, lokasi bersejarah dan material geologi lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.