Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gempa Kuat di Afghanistan Barat Tewaskan Sekitar 120 Orang

📅 Minggu, 08 Okt 2023, 08:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gempa Kuat di Afghanistan Barat Tewaskan Sekitar 120 Orang Doc: AFP/GI/Mohsen Karimi
Ket. Warga Sarbuland, sebuah desa di Provinsi Herat, Afghanistan, membersihkan puing-puing dari sebuah rumah yang rusak akibat gempa bumi yang melanda negara itu pada hari Sabtu.

HERAT - Korban tewas akibat gempa bumi di Afghanistan barat pada Sabtu (7/10) bertambah menjadi sekitar 120 orang dan 1.000 lainnya terluka, kata otoritas bantuan bencana.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengatakan pusat gempa berkekuatan M6,3 berada 40 km barat laut kota terbesar di kawasan itu, Herat, diikuti oleh delapan kali gempa susulan dengan kekuatan antara 4,3 dan 6,3.

USGS sebelumnya melaporkan kekuatan gempa pertama sebesar 6,2.Kedalamannya dangkal hanya 14 kilometer, katanya.

Herat - 120 km sebelah timur perbatasan dengan Iran - dianggap sebagai ibu kota budaya Afghanistan.

Kota ini merupakan ibu kota provinsi Herat, yang memiliki populasi sekitar 1,9 juta jiwa, menurut data Bank Dunia tahun 2019.

Saat malam tiba di desa Sarboland di distrik Zinda Jan, di pedesaan provinsi Herat, reporter AFP melihat puluhan rumah rata dengan tanah di dekat pusat gempa.

Sekelompok laki-laki dengan sekop menggali tumpukan batu yang hancur sementara perempuan dan anak-anak menunggu di tempat terbuka, rumah-rumah yang hancur memperlihatkan barang-barang pribadi berkibar-kibar ditiup angin kencang.

"Terdengar suara keras dan tidak ada waktu untuk bereaksi," kata Bashir Ahmad (42). "Pada guncangan pertama, semua rumah runtuh."

"Yang ada di dalam rumah, terkubur," ujarnya. "Ada keluarga yang belum kami dengar kabarnya."

Nek Mohammad mengatakan kepada AFP, dia sedang bekerja ketika gempa pertama terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat.

"Kami pulang ke rumah dan melihat sebenarnya tidak ada yang tersisa. Semuanya telah berubah menjadi pasir," kata pria berusia 32 tahun itu, seraya menambahkan bahwa sekitar 30 jenazah telah ditemukan.

"Sejauh ini, kami tidak punya apa-apa. Tidak ada selimut atau apa pun. Kami di sini ditinggalkan pada malam hari bersama para martir kami," katanya.

Kepala penanggulangan bencana provinsi Herat, Mosa Ashari, mengatakan kepada AFP, selain "sekitar 120" korban tewas, "lebih dari 1.000 wanita, anak-anak, dan warga lanjut usia yang terluka telah dimasukkan dalam catatan kami".

Warga Panik

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.