Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gara-gara Peta Laut Tiongkok Selatan, Film 'Barbie' Dilarang di Vietnam

📅 Selasa, 04 Jul 2023, 10:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gara-gara Peta Laut Tiongkok Selatan, Film 'Barbie' Dilarang di Vietnam Doc: Twitter/@renesrot
Ket. Cuplikan adegan film "Barbie" dengan latar peta dunia yang diprotes Vietnam.

HANOI - Vietnam melarang film keluaran Warner Bros "Barbie" ditayangkan dan disalurkan di seluruh negeri karena menampilkan peta yang menunjukkan wilayah yang diklaim secara sepihak oleh Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan, lapor media pemerintah pada Senin (3/7).

"Sembilan garis putus-putus" berbentuk U digunakan pada peta Tiongkok untuk melukiskan klaimnya atas wilayah yang luas di Laut Tiongkok Selatan, termasuk wilayah yang dianggap Vietnam sebagai landas kontinennya.

"Barbie" adalah film kesekian yang dilarang ditayangkan oleh Vietnam karena menggambarkan sembilan garis putus-putus Tiongkok yang kerap menjadi sengketa. Klaim Beijing itu sudah ditolak oleh Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda pada 2016.

Namun demikian, Tiongkok menolak mengakui keputusan tersebut.

Ini bukan kali pertama Vietnam melarang distribusi dan pemutaran film di negaranya. Pada 2019, pemerintah Vietnam juga pernah menarik film animasi keluaran DreamWorks "Abominable".

Pemerintah pada tahun lalu juga melarang film laga produksi Sony berjudul "Unchartered" karena alasan yang sama dengan pelarangan "Barbie".

Selain itu, pada 2021 layanan streaming Netflix juga menghapus drama spionase produksi Australia berjudul "Pine Gap".

"Barbie", yang dibintangi Margot Robbie dan Ryan Gosling, semula dijadwalkan tayang di Vietnam pada 21 Juli atau bersamaan sama dengan jadwal pemutaran di AS, kata surat kabar milik pemerintah Tuoi Tre.

"Kami tidak mengeluarkan izin kepada film Amerika, 'Barbie', untuk ditayangkan di Vietnam karena mengandung gambar sembilan garis putus-putus yang menyinggung," kata surat kabar itu, mengutip Kepala Departemen Perfilman Vietnam Vi Kien Thanh.

Warner Bros belum mengomentari soal larangan ini.

Vietnam dan Tiongkok sejak lama saling mengklaim berdaulat atas wilayah yang berpotensi memiliki energi besar di Laut Tiongkok Selatan. Hanoi berulang kali menuding kapal-kapal Tiongkok melanggar wilayah kedaulatannya.

Selain Vietnam, sejumlah negara Asia Tenggara juga berebut klaim teritorial atas perairan tersebut, yakni Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam.


Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.