Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Forum Boao: Asia Berpotensi jadi Pemimpin Global Teknologi Hijau

📅 Rabu, 26 Mar 2025, 03:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Forum Boao: Asia Berpotensi jadi Pemimpin Global Teknologi Hijau Doc: ANTARA/XINHUA

HAINAN - Asia dengan cepat mengalami kemajuan dalam sektor teknologi hijau yang sedang berkembang (emerging), memposisikan diri sebagai pemimpin potensial dalam hal material baterai canggih, plastik yang dapat terurai secara hayati, dan lain sebagainya, yang didorong oleh kemampuan industri dan dukungan kebijakan yang kuat. Demikian menurut sebuah laporan dari Forum Boao untuk Asia (Boao Forum for Asia/BFA) yang dirilis pada Selasa (25/3).

Bertajuk "Pembangunan Berkelanjutan: Laporan Tahunan Asia dan Dunia 2025, Mengatasi Perubahan Iklim: Asia Menjadi Hijau" (Addressing Climate Change: Asia Going Green), laporan itu menyoroti kemajuan kawasan ini dalam hal energi terbarukan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa Tiongkok kini mendapatkan 85 persen kapasitas energi barunya dari energi terbarukan, sementara Indonesia dan Singapura memimpin upaya-upaya penangkapan dan penyimpanan karbon, menurut laporan itu.

Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel) mendominasi rantai pasokan global untuk teknologi baterai lithium, yang merupakan pendorong penting elektrifikasi transportasi, papar sorotan laporan tersebut.

Sementara itu, Tiongkok memimpin dalam pengembangan industri hidrogen hijau di Asia. Kawasan ini kini menyumbang hampir 70 persen dari kapasitas elektroliser hidrogen dunia.

Negara-negara penghasil emisi terbesar di Asia, termasuk Tiongkok, India, Indonesia, Jepang, dan Arab Saudi, telah menetapkan target iklim yang ambisius, ungkap laporan tersebut.

Sebagai contoh, sebagian besar negara ASEAN telah mengembangkan sejumlah strategi aksi iklim nasional dan rencana aksi yang komprehensif untuk mengimplementasikan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (Nationally Determined Contributions) dan Rencana Adaptasi Nasional (National Adaptation Plans).

Kendati ada kemajuan yang signifikan, laporan tersebut menekankan bahwa sementara beberapa negara telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan, masih ada negara lain yang perlu melakukan banyak upaya untuk mencapainya.

Peran Asia dalam mitigasi perubahan iklim sangat krusial karena Asia merupakan rumah bagi lebih dari separuh populasi dunia, menghasilkan sekitar separuh produk domestik bruto (PDB) global, dan menyumbang lebih dari separuh emisi CO2 global. Ant/Xinhua/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

40 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.