Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Film Horor Anak Kunti Siap Tayang 20 Februari 2025, Misteri di Balik Teror Kuntilanak di Desa Wonoenggal

📅 Rabu, 12 Feb 2025, 15:44 WIB | Oleh:
Film Horor Anak Kunti Siap Tayang 20 Februari 2025, Misteri di Balik Teror Kuntilanak di Desa Wonoenggal Doc: Dok. Drias Film Production

JAKARTA - Film horor Anak Kunti akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 20 Februari 2025. Film ini juga akan tayang di Malaysia, Brunei, dan Singapura, sementara di India, Pakistan, serta Bangladesh akan menyusul tayang pada bulan April mendatang. 

Film Anak Kunti diproduksi oleh Drias Film Production bersama aplikasi KipasKipas dengan beberapa Executive Producer yaitu Gito Huang, Nuon Digital Indonesia, Blueray Cargo, dan Bangun Pagi Pictures. Film ini menampilkan sederet aktor, seperti Gisellma Firmansyah, Nita Gunawan, Abun Sungkar, Jajang C Noer,Iwa , Wavi Zihan, dan Ruth Marini. 

Gito Huang, selaku salah satu Excutive Producer menyampaikan harapannya agar film ini tidak hanya menawarkan tontonan yang menegangkan, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang kasih sayang seorang ibu yang abadi sepanjang masa. 

“Film Anak Kunti selain punya elemen menegangkan, harapannya punya pesan mendalam tentang kasih sayang seorang ibu, sehingga bisa menjadi refleksi dan renungan bagi para penonton,” kata Gito dalam acara Press Screening & Press Conference dan Gala Premiere di Jakarta, Selasa (11/2).

 
Film Anak Kunti menceritakan urban legend tentang Kuntilanak dalam latar tahun 1990-an. Film ini mengisahkan Sarah (Gisellma Firmansyah), santriwati yatim piatu yang kembali ke Desa Wonoenggal untuk mencari jati dirinya dan mengungkap masa lalu keluarganya. Kedatangannya memicu teror kuntilanak yang kemudian diyakini sebagai arwah ibu kandungnya, yang tewas saat melahirkan di tengah kerusuhan desa. 

Tak hanya menceritakan kisah horor semata, film Anak Kunti juga bercerita mengenai hubungan keluarga, dan menunjukan tentang kasih sayang seorang ibu yang kekal.  

“Film horor biasanya identik dengan gelap, disini saya berani mengatakan film ini tidak gelap," kata sang sutradara, Bambang Drias.

Nita Gunawan yang berperan sebagai Wati, menceritakan pengalaman menarik yang tidak terlupakan saat proses syuting Anak Kunti adalah saat di mana dia melakukan adegan melahirkan di sebuah set yang terbakar. Ia mengatakan, dia harus melakukan riset untuk mendalami adegan tersebut karena belum pernah merasakan momen melahirkan. 

“Tantangan saat syuting film Anak Kunti adalah scene melahirkan. Aku belum pernah hamil dan melahirkan. Jadi aku pelajari cara melahirkan dan nafas yang benar” ungkap Nita. 

Nita Gunawan melakukan banyak adegan terbang menggunakan sling tanpa stunt-double dengan pengambilan gambar di malam hari. 

Jajang C Noer demi sebuah peran, totalitas sebagai actor tak perlu diragukan lagi. Beliau berani untuk melakukan adegan makan “janin” walaupun proses syuting saat itu bertepatan saat bulan Ramadhan. 

Abun Sungkar mengaku pertama kali Adzan di film Anak Kunti setelah sutradara Drias memintanya menggunakan suara aslinya. Iwa K sempat mengalami insiden berdarah dan harus dilarikan ke IGD saat proses syuting. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.