Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Filipina: Milisi Maritim Tiongkok Hancurkan Terumbu Karang

📅 Rabu, 20 Sep 2023, 13:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Filipina: Milisi Maritim Tiongkok Hancurkan Terumbu Karang Doc: AFP/Philippine Communications Operations Office/Na
Ket. Kapal Tiongkok | Sejumlah kapal Tiongkok melepas jangkar di  Whitsun Reef, LTS, pada Maret 2021 lalu. Pada Senin (18/9), Penjaga Pantai Filipina menuding bahwa kapal-kapal milisi maritim Tiongkok telah merusak terumbu karang di dua lokasi di wilayah ZEE Filipina.

MANILA - Penjaga Pantai Filipina pada Senin (18/9) menuding kapal-kapal milisi maritim Tiongkok karena menghancurkan terumbu karang di perairan yang diklaim Manila di Laut Tiongkok Selatan (LTS).

Pernyataan Penjaga Pantai Filipina itu dilontarkan setelah militer Filipina menuduh milisi Tiongkok melakukan penghancuran besar-besaran, khususnya di dasar laut Rozul Reef dan Escoda Shoal, yang termasuk dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina yang diakui secara internasional.

"Para penyelam telah melakukan survei di dasar laut," kata Komodor Jay Tarriela, juru bicara penjaga pantai untuk Laut Filipina Barat, sebutan Manila untuk bagian LTS dalam yurisdiksinya. "Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa ekosistem laut pada subjek fitur Laut Filipina Barat tampak tidak bernyawa bahkan tidak ada tanda-tanda kehidupan," imbuh dia.

Tarriela kemudian mengatakan ada perubahan warna yang terlihat di dasar laut yang mengindikasikan kegiatan disengaja yang dimaksudkan untuk mengubah topografi alami daerah tersebut.

Terumbu karang yang dihancurkan berada di dua lokasi di dekat Pulau Palawan, sebuah pulau di barat daya Filipina yang menghadap laut yang disengketakan.

Menurut para pemerhati lingkungan, kawasan LTS adalah wilayah bagi sekitar 177.000 mil persegi terumbu karang dengan keanekaragaman hayati. Diperkirakan terdapat 571 spesies karang dan 3.794 spesies ikan berbeda di perairan tersebut.

Sebelumnya pada Sabtu (16/9) lalu, Wakil Laksamana Alberto Carlos, kepala komando militer Filipina di wilayah barat (WESCOM), mengatakan kepada wartawan bahwa terumbu karang di Rozul Reef telah dihancurkan seluruhnya oleh kerumunan kapal-kapal milisi Tiongkok.

Carlos mengatakan pihak berwenang Filipina telah berhasil mengusir milisi Tiongkok pada awal Juli lalu, namun milisi tersebut kembali lagi pada bulan berikutnya karena hampir tidak mungkin untuk berpatroli di wilayah pesisir itu secara rutin.

Tingkatkan Kewaspadaan

Menanggapi laporan tersebut, pada Senin Kementerian Luar Negeri mengatakan Filipina secara konsisten akan meningkatkan kewaspadaan atas aktivitas yang membahayakan ekologis di ZEE.

"Oleh karena itu, kami menyerukan kepada semua pihak yang berkepentingan untuk bertindak secara bertanggung jawab dan menghentikan semua aktivitas yang dapat merusak lingkungan laut kita yang berharga. Kesejahteraan jutaan orang yang bergantung pada LTS untuk penghidupan mereka, telah dipertaruhkan," demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Filipina.

"Meningkatnya kehadiran kapal penangkap ikan Tiongkok menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi implikasi terhadap keamanan maritim Filipina, konservasi perikanan, integritas teritorial, dan pelestarian lingkungan laut. Kegiatan-kegiatan ini telah menjadi sumber ketegangan di Laut Filipina Barat dan telah berkontribusi terhadap ketidakstabilan di wilayah tersebut," imbuh WESCOM.

Sementara itu seorang senator Filipina, Francis Tolentino, menyatakan bahwa ia sedang menyusun Undang-Undang Zona Maritim Filipina yang ia prediksi akan menjadi dasar hukum negara tersebut dalam sengketa wilayah.

"Jika kita mengajukan klaim, ganti rugi, UU itu harus dilakukan di pengadilan yang diakui oleh UNCLOS," kata Tolentino, mengacu pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut, yang mengatur penggunaan lautan dan sumber dayanya.RFA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

30 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

54 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.