Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fenomena Langka di Indonesia, Hujan Es Melanda Desa di Kotawaringin Timur Kaltim, BMKG: Tak Perlu Panik, Masih Aman!

📅 Minggu, 12 Okt 2025, 09:38 WIB | Oleh:
Fenomena Langka di Indonesia, Hujan Es Melanda Desa di Kotawaringin Timur Kaltim, BMKG: Tak Perlu Panik, Masih Aman! Doc: Antara
Ket. Ilustrasi hujan es

SAMPIT - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah melalui Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit mengimbau warga tak perlu khawatir dengan fenomena hujan es.

“Fenomena ini memang langka terjadi wilayah Kotim, tapi masih bersifat lokal dan tergolong aman, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” kata Prakirawan BMKG Kotim Rizaldo Raditya Pratama di Sampit, Minggu (12/10).

Fenomena hujan es melanda Desa Cempaka Mulia Timur, Kecamatan Cempaga pada Jumat (10/10) sore.

Dia menjelaskan, fenomena hujan es di wilayah Kotim memang terbilang langka, namun hal itu masih bisa dijelaskan secara ilmiah. Fenomena ini sebenarnya cukup umum, tetapi sangat jarang terjadi di Kotim karena kondisi geografisnya.

Fenomena ini dipicu adanya awan cumulonimbus yang mengandung butiran es, biasanya ketika turun di wilayah Kotim dengan suhu yang lumayan panas, es tersebut sudah mencair atau dalam bentuk air saat mencapai tanah.

“Tapi karena kemarin mungkin ada ketidakstabilan atmosfer sehingga lingkungan di sekitar itu dingin sehingga bentuk es itu turunnya tetap dalam bentuk es. Biasanya ini terjadi di wilayah-wilayah dingin, namun ini juga fenomena yang langka tapi cukup lokal,” jelasnya.

Ia melanjutkan, fenomena hujan es tersebut hanya terpantau terjadi di satu lokasi dengan durasi kurang lebih satu jam.

Berdasarkan pantauan radar dan satelit BMKG, awan cumulonimbus berada di wilayah tersebut sekitar satu jam, yakni dari pukul 15:00 WIB hingga 16:00 WIB.

Ia juga menanggapi kekhawatiran masyarakat tentang potensi zat berbahaya dalam hujan es tersebut.

Dijelaskan, apabila awan cumulonimbus di dekat pabrik yang mana inti pembentukan awan itu dapat terkontaminasi zat-zat polutan itu memang bisa memungkinkan awan itu mengandung zat berbahaya.

“Namun itu kondisi juga sangat jarang terjadi untuk wilayah Kotim, jadi umumnya aman saja,” terangnya.

Meskipun begitu, Rizaldo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada ketika ada awan cumulonimbus atau misal ada potensi untuk terjadinya hujan disertai angin kencang.

Selanjutnya, untuk prakiraan cuaca beberapa hari ke depan, ia menyebut potensi hujan ringan hingga sedang tetap ada, namun kondisi cuaca masih akan didominasi oleh keadaan cerah berawan dan berawan.

“Terkait apakah fenomena hujan es ini akan kembali terjadi, sebenarnya potensinya kecil karena itu sangat jarang terjadi di Kotim, kecuali keadaan atmosfer sangat tidak stabil,” demikian Rizaldo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...
Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.