Pemprov Jateng Ajukan Klaim Asuransi untuk Petani Terdampak Banjir di Kudus, Pati, Jepara, dan Grobogan
📅 Senin, 19 Jan 2026, 18:55 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) sudah mengajukan klaim asuransi usaha tani padi (AUTP) untuk lahan pertanian yang terdampak banjir di wilayah Kudus, Pati, Grobogan, dan Jepara.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jateng Defransisco Dasilva Tavares di Semarang, Senin (19/1(, mengatakan bahwa pendataan terkait lahan padi yang terdampak banjir sudah dilakukan.
"Tepatnya untuk daerah Kudus, Pati dan Grobogan. Data tersebut sudah dimasukkan ke dalam aplikasi SIAP yang digunakan untuk klaim AUTP," katanya.
Saat ini, kata dia, data sudah berada di Asuransi Jasindo (Jasa Indonesia) untuk dilakukan validasi dan realisasi atau klaim asuransi.
"Dari data itu Jasindo nanti akan mengajak pihak pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT) Dinas Pertanian yang ada di setiap kabupaten untuk mengecek, divalidasi sesuai apa tidak," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan prosesnya berlangsung sekitar 15 hari setelah kejadian atau pelaporan.
"Setelah valid, Jasindo akan melakukan penggantian kepada kelompok yang terdampak," katanya.
Tercatat, di wilayah Kudus ada 315,49 hektare lahan tanaman padi yang terdampak banjir, tersebar di Kecamatan Jati seluas 50,70 ha, Kaliwungu 58,02 ha, Mejobo 130,18 ha, Undaan 35,86 ha dan Jekulo 40,73 ha.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wilayah Pati terdapat 672,12 ha lahan yang terdampak banjir, meliputi Kecamatan Jakenan 260 ha dan Kecamatan Gabus 412,29 ha, sedangkan untuk Kabupaten Grobogan terdapat 83,3 hektare lahan pertanian di Kecamatan Brati.
"Kalau yang kita ganti itu biasanya yang sudah mau panen. Kayak di Kudus itu kan sudah mau panen, tidak bisa diselamatkan," katanya.
Berdasarkan data AUTP Provinsi Jateng tahun 2025 terdapat empat daerah yang dimasukkan karena berpotensi terkena dampak perubahan iklim (DPI) atau bencana, yaitu Kabupaten Demak, Pati, Kudus dan Grobogan, sementara Kabupaten Jepara belum masuk.
Menurut dia, mekanisme penyelesaian lahan terdampak banjir di Jepara berbeda, demikian halnya daerah lain yang lahan padinya terancam gagal panen karena terdampak bencana dan organisasi pengganggu tanaman.
"Jepara juga sudah ada datanya karena yang terkena sawah semua. Mekanismenya bukan asuransi tetapi kami mengajukan bantuan penggantian benih padi untuk ditanam ulang dengan pupuknya," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi telah menginstruksikan kepada kepala daerah yang wilayahnya terdampak cuaca ekstrem untuk segera mengajukan asuransi gagal panen sebagai langkah perlindungan bagi petani.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!