Emosi Susi Pudjiastuti Meledak, Walk Out dari Rapat dan Sindir Pedas Izin Gila Keramba Apung di Pangandaran
📅 Kamis, 07 Agu 2025, 15:35 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Istimewa
JAKARTA - Pangandaran memanas! Sosok tegas dan vokal mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, kembali menjadi sorotan setelah walk out dari rapat yang membahas proyek Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Rabu (6/8/2025).
Rapat tersebut digelar di kantor Samsat Pangandaran dan dihadiri sejumlah tokoh penting dari berbagai instansi, mulai dari Kepala DKP Jawa Barat Rini Cempaka, Ketua DPRD Asep Noordin, hingga perwakilan akademisi dan pihak perusahaan terkait. Namun, alih-alih mencapai kesepakatan, pertemuan ini justru berubah menjadi ajang konfrontasi panas.
Puncak kericuhan terjadi saat seorang dekan dari Universitas Padjadjaran menyampaikan pandangan benih bening lobster (BBL) sebaiknya ditangkap dan dibudidayakan daripada menjadi santapan ikan besar di laut. Pernyataan ini langsung menyulut kemarahan Susi.
“Itu jelas menyalahi prinsip dasar ekosistem laut! Benih lobster punya peran penting dalam rantai makanan laut. Jangan semena-mena mengacaukan alam,” tegas Susi sambil berdiri dan meninggalkan ruangan rapat dengan penuh emosi.
Tak hanya sampai di situ, Susi melanjutkan ledakan emosinya di media sosial. Susi melalui akun X (Twitter) pribadi, ia meluapkan rasa kecewa dan protes keras terhadap proses perizinan yang dianggapnya merusak tatanan laut Pangandaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pak Presiden @prabowo, saya sangat terluka dan prihatin. Hari ini saya menghadiri rapat soal ijin KJA di Pantai Timur Pangandaran. Ternyata sudah diberikan ke 3 perusahaan! Ini gila!” tulisnya dalam salah satu unggahan viral.
Susi bahkan menyentil janji lama Presiden Prabowo yang sempat berkomitmen saat berkunjung ke Pangandaran untuk mengganti bagan-bagan bambu demi keindahan pantai dan produktivitas nelayan.
Saat diwawancarai setelah kejadian, perempuan yang juga dikenal sebagai bos maskapai Susi Air ini tak bisa menyembunyikan kegeramannya. Ia menilai pemberian izin kepada tiga perusahaan untuk membangun KJA di perairan dekat pantai merupakan pelanggaran berat.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dua ratus meter dari garis pantai kok bisa keluar izin? Ini ngawur! Gila! Harusnya tidak ada lagi KJA di sini!” cetusnya penuh tekanan.
Susi juga menuntut agar ketiga izin usaha KJA yang telah diterbitkan segera dicabut, karena bukan hanya mengancam lingkungan laut, tapi juga mengorbankan mata pencaharian nelayan lokal dan keindahan destinasi wisata Pangandaran.
Dengan gaya khasnya yang blak-blakan, Susi kembali membuktikan ia bukan sosok yang bisa diam melihat laut Nusantara diperlakukan semena-mena.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!