Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Airlangga: Peran Swasta Kunci Aksesi Indonesia ke OECD

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 01:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Airlangga: Peran Swasta Kunci Aksesi Indonesia ke OECD Doc: antara
Ket. Airlangga Hartarto Menko Perekonomian - Aksesi OECD bukan sekadar proses teknis, tetapi merupakan prioritas strategis nasional dan fondasi penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Partisipasi dunia usaha diperlukan untuk memastikan penyelarasan kebijakan nasional dengan standar OECD dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya peran sektor swasta dalam mempercepat proses aksesi Indonesia ke Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) sebagai bagian dari agenda besar reformasi struktural dan peningkatan daya saing ekonomi nasional.

Seperti dikutip dari Antara, komitmen tersebut disampaikan Airlangga saat memberikan sambutan pada kegiatan KADIN Indonesia x Growth Gateway Roundtable: Delivering Growth as Part of Indonesia’s OECD Accession yang digelar di kantor Boston Consulting Group (BCG) London. Forum ini mempertemukan Pemerintah Indonesia, Pemerintah Inggris, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta para pemimpin dunia usaha internasional.

“Aksesi OECD bukan sekadar proses teknis, tetapi merupakan prioritas strategis nasional dan fondasi penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/1).

Menurut Airlangga, penyelarasan kebijakan Indonesia dengan standar OECD akan memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas regulasi, serta mendorong daya saing ekonomi nasional secara berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai akan memberikan dampak positif terhadap iklim investasi, kepastian berusaha, serta pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Inggris atas dukungan berkelanjutan dalam proses aksesi Indonesia ke OECD, serta kepada BCG yang telah memberikan dukungan teknis, khususnya dalam mendampingi Tim Nasional percepatan aksesi OECD.

“Dengan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional, Indonesia optimis dapat mempercepat proses aksesi OECD untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, serta memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Jalur Praktis

Pada forum yang sama, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan bahwa pertumbuhan hijau menjadi elemen krusial dalam agenda pembangunan ekonomi nasional, seiring upaya Indonesia mempercepat aksesi ke OECD. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyatakan bahwa proses aksesi kini telah memasuki fase implementasi nyata.

“Selama satu tahun terakhir, Indonesia telah berpindah dari tahap niat ke tahap pelaksanaan. Aksesi OECD kini merupakan program implementatif dan dunia usaha tidak bisa hanya menjadi penonton,” ujar Anindya.

Ia menilai aksesi OECD menjadi jalur praktis untuk memperkuat kredibilitas kebijakan nasional, meningkatkan daya saing, serta memastikan pertumbuhan jangka panjang yang inklusif melalui penyelarasan dengan standar internasional. Dalam konteks tersebut, Kadin berperan tidak hanya sebagai wadah advokasi dunia usaha, tetapi juga sebagai mitra aktif pemerintah dalam implementasi kebijakan.

“Kadin dapat menjadi penghubung terorganisasi antara kementerian dan pelaku industri untuk menghimpun masukan sektoral secara terpadu, serta mencegah fragmentasi pesan,” katanya.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sekaligus Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo menegaskan bahwa besarnya skala ekonomi Indonesia membutuhkan dukungan kebijakan yang kuat, salah satunya melalui aksesi ke OECD. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Shinta Kamdani menambahkan bahwa pembiayaan inovatif dan pengembangan green jobs menjadi bagian penting dalam agenda transisi hijau nasional.

“Penciptaan lapangan kerja hijau merupakan aspek yang sangat penting seiring upaya Indonesia menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” ujar Shinta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.