Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Elon Musk dan Donald Trump Berselisih: Perang Tarif, DOGE, dan Masa Depan di Washington

📅 Senin, 07 Apr 2025, 14:20 WIB | Oleh:
Elon Musk dan Donald Trump Berselisih: Perang Tarif, DOGE, dan Masa Depan di Washington Doc: Mirror

Ketegangan antara Elon Musk dan Presiden AS Donald Trump kian memanas setelah serangkaian kebijakan ekonomi yang dinilai merugikan bos Tesla dan SpaceX tersebut.

Musk secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap gelombang tarif yang diberlakukan Trump, yang tidak hanya memicu gejolak perdagangan global tetapi juga berdampak langsung pada bisnis Musk, terutama Tesla yang sangat bergantung pada rantai pasokan dari Tiongkok.

Laporan menunjukkan bahwa Presiden Trump, dalam sebuah pertemuan kabinet, menyampaikan kemungkinan Elon Musk akan mundur dari peran pentingnya di lingkaran pemerintahan, khususnya yang berkaitan dengan inisiatif teknologi seperti DOGE (Department of Government Energy).

Musk, yang selama ini dikenal dekat dengan pemerintah dan bahkan menerima pengarahan dari Pentagon mengenai kebijakan Tiongkok, tampaknya mulai menjauh karena kebijakan-kebijakan Trump yang dinilainya kontra-produktif.

Melalui platform X (sebelumnya Twitter), Musk mengungkapkan kekecewaannya secara blak-blakan. Ia menyarankan agar AS dan Eropa menciptakan zona perdagangan bebas tanpa tarif, demi menghindari perang dagang yang hanya akan merugikan pelaku industri.

Komentarnya kepada politisi Italia Matteo Salvini mempertegas visinya untuk dunia tanpa hambatan ekonomi, baik dari sisi perdagangan maupun mobilitas tenaga kerja.

Namun, bukan Musk namanya jika tidak menyertakan kritik tajam. Ia menyindir penasihat perdagangan Trump, Peter Navarro, sebagai penyebab utama kebijakan tarif ini, bahkan menyebut gelar ekonomi dari Harvard sebagai "masalah", bukan keunggulan, dalam sebuah sindiran keras yang menggambarkan ketidaksenangannya pada elit ekonomi yang dinilai tidak paham dunia nyata industri.

Ketegangan ini semakin diperparah dengan komentar Trump tentang masa depan DOGE tanpa Musk. Ia menyiratkan bahwa posisi Musk dalam pemerintahan bersifat sementara, dan bahkan mengatakan DOGE mungkin akan "berakhir" tanpa keterlibatan sang miliarder. Komentar itu seolah menjadi sinyal bahwa hubungan pribadi maupun profesional keduanya berada di ambang kehancuran.

Seorang pejabat Gedung Putih menggambarkan gaya kepemimpinan Musk sebagai “tidak menentu dan mengganggu,” mencerminkan keresahan internal pemerintahan terhadap pengaruh dan gaya komunikasi Musk yang sering melewati jalur resmi.

Laporan terbaru bahkan menyebutkan adanya perselisihan antara Musk dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, memperlihatkan bahwa gesekan tidak hanya terjadi di level eksekutif tertinggi, tapi juga meluas ke diplomasi dan kebijakan luar negeri.

Dengan nilai kekayaan bersih Musk yang anjlok hingga $11 miliar dalam beberapa hari terakhir dan saham Tesla yang ikut terpuruk akibat tarif tinggi terhadap komponen impor dari Tiongkok, tampaknya perang dingin antara dua tokoh berpengaruh ini belum akan mereda dalam waktu dekat.

Jika tren ini berlanjut, masa depan kerja sama teknologi antara sektor swasta dan pemerintah AS bisa memasuki babak baru yang jauh lebih penuh gesekan dibandingkan sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.