Ekonomi Rakyat Jatim Digerakkan 28.000 Koperasi Desa
📅 Senin, 23 Jun 2025, 14:10 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SURABAYA - Sebanyak 28.534 koperasi aktif Jawa Timur mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi kerakyatan. “Sebanyak 28.534 koperasi aktif menggerakkan ekonomi kerakyatan,” kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Khofifah.
Dia mengatakan ini usai pemprov menerima penghargaan “Provinsi Kontributor Koperasi Besar Terbaik,” di Surabaya, Senin. Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang 100 Koperasi Besar Indonesia Award 2025 di The Trans Resort Bali, beberapa waktu lalu.
Khofifah mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh elemen koperasi di Jatim, mulai dari pengurus, anggota, hingga pendamping koperasi yang tersebar di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan desa.
“Ini wujud kerja keras seluruh insan koperasi Jatim. Semangat gotong royong inilah yang menjadi ruh dari ekonomi kerakyatan," ujarnya. Berdasarkan Online Data System (ODS) per 20 Juni 2025, jumlah koperasi aktif di Jawa Timur tercatat 28.534 unit.
Dari total tersebut, 16.444 koperasi atau sebanyak 57 persen menjalankan usaha simpan pinjam/unit simpan pinjam, sedangkan 12.090 koperasi atau 43 persen bergerak di sektor riil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jawa Timur juga mempertahankan posisi sebagai provinsi dengan jumlah koperasi aktif, jumlah anggota, dan nilai aset koperasi terbesar secara nasional. Khofifah menambahkan, capaian positif turut tercermin dari keberhasilan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Jawa Timur mencatatkan capaian tertinggi secara nasional dalam pengesahan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ini tentu kerja keras semua pihak, termasuk bupati/wali kota, Kanwil Kemenkumham Jatim, serta Ikatan Notaris Indonesia Jawa Timur.
Ke depan, Pemprov Jatim akan terus mendorong koperasi untuk tumbuh di sektor riil. Saat ini terdapat 213 koperasi besar di Jatim, yang diharapkan dapat menjadi bapak angkat bagi koperasi baru, termasuk koperasi desa merah putih.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Harapan kami koperasi besar tersebut dapat memberikan multiplier effect pada peningkatan ekonomi daerah,” ucap Khofifah.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi laporan keuangan koperasi serta inovasi pengelolaan dalam menghadapi tantangan ekonomi digital.
“Kami akan terus meningkatkan literasi perkoperasian, digitalisasi manajemen koperasi, serta memperluas akses pasar agar koperasi Jatim semakin berdaya saing,” ujarnya.
Melalui program pemberdayaan dan penguatan kelembagaan koperasi, pihaknya ingin koperasi di Jawa Timur tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas, maju, modern, dan adaptif terhadap teknologi digital.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!