Dunia Bulutangkis Berduka, Legendanya Iie Sumirat Berpulang
📅 Rabu, 23 Jul 2025, 10:59 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Antara Foto
Dunia bulu tangkis Indonesia kembali berduka. Pada Selasa malam, (22/7), salah satu legenda kebanggaan tanah air, Iie Sumirat, menghembuskan napas terakhir. Berita kepergiannya menyentak hati penggemar dan insan olahraga di seluruh penjuru negeri.
Kondisi Iie sempat memburuk sejak seminggu sebelumnya. Tiga hari terakhir dihabiskannya di ruang ICU RS Hermina Bandung dalam kondisi tidak sadarkan diri. Beliau diketahui menderita sakit yang sudah berlangsung selama enam bulan, bahkan sempat dirawat kritis di rumah sakit setempat.
Kiprah Moncer di Lapangan Internasional
Terlahir dari Bandung pada 15 November 1950, Iie Sumirat menjelma menjadi salah satu sosok kunci dalam era emas bulu tangkis Indonesia. Ia tergabung dalam “The Magnificent Seven” pada dekade 1970-an, berjuang bersama nama-nama besar seperti Rudy Hartono dan Liem Swie King.
Prestasinya sungguh mengagumkan: membawa pulang Piala Thomas pada 1976 dan 1979, ditambah medali perunggu di Kejuaraan Dunia pertama 1977 pencapaian pertama bagi Indonesia di ajang tersebut. Salah satu momen ikoniknya adalah saat ia menari dengan gaya Sunda tepat sebelum mengalahkan Svend Pri di final Thomas Cup 1979.
Di nomor tunggal putra, Iie juga menorehkan prestasi luar biasa. Ia juara WORLD Badminton Championship Invitational 1976 di Bangkok, mengalahkan Hou?Jiachang lewat tiga set sengit.
Pelatih Berpengaruh di Balik Kejayaan Taufik Hidayat
Setelah pensiun pada 1982, Iie tidak berhenti berkarya. Ia mendirikan PB Sarana Muda yang kemudian dikenal sebagai klub SGS Bandung. Dari sanalah lahir generasi emas dengan nama-nama seperti Taufik Hidayat, Anthony Ginting, hingga Flandy Limpele dan Halim Haryanto.
Taufik Hidayat sendiri menegaskan peran vital sang guru dalam membentuk karier gemilangnya, “Berkat polesan Kang Iie … saya bisa berprestasi hingga menorehkan prestasi besar… merebut emas Olimpiade Athena 2004 (2004), Kejuaraan Dunia dan Asian Games…”
Saat kabar duka itu menyebar, Taufik yang kini menjabat Wakil Menteri tak mampu menahan lara. “Saya sebagai anak didiknya merasa sangat kehilangan… banyak kenangan… tidak tergantikan,” ujarnya sambil menahan tangis.
Ucapan belasungkawa mengalir deras. Juara dunia Hariyanto?Arbi melalui Instagram-nya menyampaikan, “Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam… jasa dan inspirasimu akan selalu kami kenang... Selamat jalan Kang Iie… semoga damai di sisi?Nya.”
Sementara itu, Taufik repost unggahan yang menyebut Iie sebagai sosok pelatih “nyentrik” di SGS Bandung, pencetus teknik pukulan “ajaib” yang membuahkan generasi juara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!