Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Duh! 822 KK di Jakarta Utara Masih BAB Sembarangan

📅 Selasa, 22 Okt 2024, 09:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Duh! 822 KK di Jakarta Utara Masih BAB Sembarangan Doc: ANTARA/Genta Mawangi
Ket. Anak-anak bermain di Kali Ciliwung, Bendungan Hilir, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

JAKARTA - Sebanyak 822 kepala keluarga (KK) di Jakarta Utara masih melakukan kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) atau buang air besar di tempat terbuka.

"Jakarta Utara sedang berupaya untuk mewujudkan pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat atau STBM dengan mewujudkan Kelurahan Stop BABS," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, dr Lysbeth Regina Pandjaitan di Jakarta, Senin (21/10).

Ia mengatakan, di Jakarta Utara masih ada kelurahan yang belum mewujudkan komitmen untuk Stop BABS, yakni di Kecamatan Cilincing dan Kecamatan Koja. "Kita masih ada total 822 KK yang belum StopBABS terbuka," kata dia.

Ia mengatakan, kebiasaan BABS berdampak bagi kesehatan masyarakat, mulai dari meningkatkan angka kesakitan karena diare, hepatitis dan penyakit pencernaan lain.

Kemudian menurunkan kualitas air tanah yang digunakan masyarakat dalam kegiatan sehari-hari. Selain itu meningkatkan risiko terjadinya stunting atau gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi serta diare berkepanjangan.

??????Menurut dia, Kelurahan Pluit dinyatakan berhasil mewujudkan komitmen Stop BABS, yakni tidak ada masyarakat yang buang air besar (BAB) di tempat terbuka.

Selain itu, Pemerintah Kota Jakarta Utara terus melakukan koordinasi dengan suku dinas terkait, termasuk Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk melakukan upaya penyediaan sarana buang air besar bagi masyarakat.

"Perbaikan sanitasi dan sara buang air besar harus terpenuhi sehingga tidak ada lagi keluarga yang buang air sembarangan," kata dia.

Kemudian melakukan penguatan promosi kesehatan ke masyarakat akan bahaya BABS. Lalu melakukan penggalangan dana tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) perusahaan untuk mewujudkan komitmenStopBABS.

"Kami juga melakukan monitoring berkala perwujudan StopBABS di tengah masyarakat secara berkelanjutan," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Megapolitan
Kabar Baik, Anak Disabilita...
Advertisement
Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Habis, Termasuk Royal Box!

Tiket MotoGP Mandalika 2026 Sudah Habis, Termasuk Royal Box!

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.