Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dubes Sudan ungkap RSF rekrut anak-anak jadi tentara

📅 Rabu, 03 Mei 2023, 23:23 WIB | Oleh:
Dubes Sudan ungkap RSF rekrut anak-anak jadi tentara Doc: ANTARA/Asri Mayang Sari
Ket. Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali saat konferensi pers tentang kondisi terkini di Sudan di kediamaannya di Jakarta, Rabu (3/4/2023).

Jakarta - Duta Besar Sudan untuk Indonesia Yassir Mohamed Ali mengungkapkan bahwa Pasukan Dukungan Cepat (RSF) melakukan sejumlah aksi kejam yang salah satunya adalah merekrut anak-anak untuk dijadikan tentara.

"RSF dengan sumber daya yang besar, tidak pernah membangun satu sekolah pun di Darfur atau di Sudan. Mereka lebih suka menarik anak-anak dari keluarga miskin untuk didaftarkan sebagai tentara, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap hak asasi manusia," kata Yassir dalam konferensi pers tentang kondisi terkini di Sudan di kediamannya di Jakarta, Rabu.

Yassir mengatakan RSF telah mengerahkan lebih dari 40.000 tentara di ibu kota, dengan mobil SUV bersenjata lengkap.

Kini telah dipastikan bahwa setelah penghancuran semua sumber dukungan logistik dasar RSF, sebanyak 85 persen dari tentara mereka telah menyerah, melarikan diri atau dibunuh oleh militer, kata dia.

Oleh karena itu, lanjut Yassir, berdasarkan fakta tersebut tidak benar untuk menggambarkan apa yang sedang terjadi di Sudan sebagai sebuah perang saudara.


"Ini lebih merupakan tindakan yang tak terhindarkan oleh SAF terhadap kelompok pemberontak bersenjata yang berupaya melakukan kudeta untuk merebut kekuasaan dan mencoba membunuh kepala negara dan mengendalikan semua lokasi strategis di Khartoum," kata dia.

Menurutnya, kini sudah jelas bahwa serangan tersebut telah direncanakan, dipersiapkan dan diatur dengan baik, tidak hanya oleh RSF yang memberontak tetapi juga didukung oleh unsur asing dalam konspirasi besar untuk mengepung kekuasaan dengan paksa di Sudan.

Yassir juga mengungkapkan RSF telah melanggar gencatan senjata kemanusiaan sebanyak enam kali dan merusak sejumlah kantor diplomatik seperti Kedutaan Besar Uni Eropa, India, Indonesia, Malaysia dan jalur diplomatik milik Kedutaan Besar Amerika Serikat.


Pasukan pemberontak itu juga menjarah mobil milik kedutaan Indonesia dan menewaskan salah satu atase administrasi di Kedutaan Besar Mesir, katanya.

Kementerian Luar Negeri Sudan telah mengeluarkan kecaman atas pelanggaran mencolok terhadap misi diplomatik, personel dan properti milik mereka yang dilakukan RSF.

Menurut pernyataan juru bicara militer, operasi militer untuk menyatakan bahwa Khartoum benar-benar terbebas dari kendali RSF mungkin memakan waktu beberapa hari.

Konflik militer di Sudan telah berkecamuk sejak 15 April lalu, yang menewaskan 528 orang dan melukai lebih dari 4.000 orang, katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.