Dorong Diversifikasi Pasar Ekspor, Pemerintah Indonesia Incar Uni Eropa
📅 Selasa, 05 Mei 2026, 19:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Diversifikasi pasar ekspor merupakan strategi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada negara tujuan tertentu sekaligus meredam risiko eksternal seperti perlambatan ekonomi, proteksionisme, atau gejolak geopolitik.
Dengan memperluas akses ke berbagai kawasan—misalnya pasar non-tradisional di Asia Selatan, Afrika, atau Timur Tengah—eksportir dapat menjaga stabilitas permintaan dan meminimalkan dampak penurunan di satu pasar utama.
Diversifikasi tidak hanya soal menambah tujuan ekspor, tetapi juga menyesuaikan produk dengan karakteristik permintaan masing-masing pasar.
Hal ini mendorong peningkatan kualitas, standardisasi, serta inovasi produk agar lebih kompetitif secara global.
Di sisi lain, dukungan kebijakan seperti perjanjian dagang, promosi ekspor, dan efisiensi logistik menjadi faktor penting untuk menurunkan hambatan masuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan demikian, diversifikasi pasar ekspor memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui basis permintaan yang lebih luas dan berimbang.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah terus mendorong pembukaan pasar ekspor baru, termasuk ke Uni Eropa, guna menjaga pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.
Ia mengatakan perluasan pasar global menjadi salah satu strategi pemerintah dalam merespons perlambatan ekspor dan dinamika ekonomi dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Langkah-langkah pemerintah terkait dengan ekspor, dalam (situasi) ketidakpastian ini, salah satunya adalah membuka pasar lebih luas,” kata Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5).
Ia menjelaskan pemerintah tengah berkomunikasi dengan Uni Eropa untuk mendorong proses ratifikasi perjanjian perdagangan agar dapat berjalan sesuai lini masa yang diharapkan.
Menurut dia, proses tersebut saat ini masih dalam tahap penyelesaian teknis, termasuk penerjemahan dokumen ke 22 bahasa.
“Kalau ini bisa selesai, kita berharap 1 Januari tahun depan pasar Eropa bisa terbuka dengan bea masuk nol,” ujarnya.
Airlangga menambahkan pembukaan akses pasar tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Selain Uni Eropa, pemerintah juga mendorong pemanfaatan kerja sama perdagangan dengan negara lain, termasuk Kanada.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!