Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dokter Spesialis Jelaskan Pentingnya MBG Sebagai Kunci Kualitas SDM Indonesia Emas 2045

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 18:42 WIB | Oleh:
Dokter Spesialis Jelaskan Pentingnya MBG Sebagai Kunci Kualitas SDM Indonesia Emas 2045 Doc: Antara Foto
Ket. Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu lembaga pendidikan di Kabupaten Pamekasan.

Menyongsong visi Indonesia Emas 2045, kualitas penduduk menjadi taruhan utama. Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 282 juta jiwa, tantangan besar yang dihadapi bangsa Indonesia bukan sekadar jumlah, melainkan bagaimana menciptakan bonus demografi yang unggul secara fisik dan kognitif. Salah satu program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis, menjadi fondasi awal untuk membangun kualitas SDM anak-anak Indonesia melalui intervensi pemberian gizi.

Dokter Spesialis sekaligus edukator kesehatan, dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD atau yang akrab disapa dr. Koko, menegaskan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai program ini sebagai langkah konkret pemerintah dalam memenuhi kecukupan gizi nasional.

"Bonus demografi itu bukan hanya perihal jumlah penduduk, tapi juga kualitasnya. Upaya pemerintah untuk memberikan kecukupan gizi itu bagus, dan dari awal saya selalu mendukung itu," ujar dokter Koko.

Pernyataan dr. Koko sejalan dengan temuan Poltracking Indonesia dalam survei terbarunya. Hasil survei menunjukkan bahwa program MBG merupakan salah satu program pemerintah yang mendapatkan ekspektasi dan dukungan publik paling tinggi. Masyarakat melihat program ini sebagai solusi nyata bagi keluarga menengah ke bawah untuk menjamin kebutuhan makan anak-anak mereka, minimal sekali dalam sehari.

Sederhana namun Berdampak Besar

Menariknya, dr. Koko menekankan bahwa pemenuhan gizi tidak harus dibuat rumit. Ia menyarankan agar tata kelola program tetap akuntabel, namun simpel dalam penyajiannya.

"Kembali ke dasar. Nasi, ikan, sayur, telur, atau ayam suir itu sudah cukup. Jangan dibuat rumit. Anak-anak yang rutin mengonsumsi MBG akan terlatih lidahnya (taste education) sehingga tidak jadi pilih-pilih makanan (picky eater) juga," jelasnya.

Data dari Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) memperkuat poin ini. Survei RISED menunjukkan bahwa sekitar 80% orang tua melaporkan perbaikan pola makan anak setelah adanya program MBG. Selain itu dengan memperkenalkan sayur dan buah sejak dini, anak-anak menjadi lebih terbiasa makan sayur dan protein, yang dalam jangka panjang menurut dr. Koko, akan sangat efektif mengurangi risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas sejak dini.

Kendati memiliki dampak dan manfaat yang luas, dr. Koko menyadari bahwa program ini masih perlu masukan dan perbaikan. Sebagai program berskala masif yang memberi makan jutaan orang, dr. Koko menyadari adanya kendala teknis di lapangan. Namun, ia mengajak masyarakat untuk melihatnya sebagai sebuah proses besar yang perlu dikawal bersama.

"Kita akan berproses; tidak serta-merta program ini 100 persen bagus. Peran masyarakat adalah menjaga itu. Jika ada masukan atau kritik soal keterlambatan atau kualitas menu, pengelola jangan 'kebakaran jenggot'. Kritik itu bukan permusuhan, tapi bahan evaluasi agar ada perbaikan berkelanjutan," tambahnya.

Harapan untuk Keberlanjutan

Meskipun anggaran per porsi mungkin terbatas, dr. Koko yakin dampaknya akan terasa secara akumulatif. "Apalagi ini akumulasi, setiap hari selama berbulan-bulan, bertahun-tahun. Dampaknya pasti ada daripada tidak ada sama sekali."

dr. Koko juga menambahkan agar program ini dijaga keberlanjutannya. Dengan kolaborasi antara Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPPG), pemerintah, dan pengawasan masyarakat, Makan Bergizi Gratis diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan tangguh pada tahun 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.