Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Disnakkan Magetan kembangkan PLTS atap wujudkan energi bebas emisi

📅 Sabtu, 18 Apr 2026, 16:16 WIB | Oleh:
Disnakkan Magetan kembangkan PLTS atap wujudkan energi bebas emisi Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Kab Magetan
Ket. Petugas melakukan pembersihan panel pada PLTS atap di kantor Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Magetan -- Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Magetan, Jawa Timur mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap sebagai upaya mewujudkan energi terbarukan yang bebas emisi karbon sekaligus menghemat beban tagihan.   

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan Nur Haryani dalam keterangannya di Magetan, Sabtu mengatakan PLTS atap tersebut dilakukan dengan memasang panel-panel surya di atap kantor yang tak hanya menjadi simbol energi bersih, tetapi juga terbukti mampu menghemat anggaran secara signifikan.

"Selain hemat biaya, ini juga bagian dari upaya kita menjaga lingkungan dengan menggunakan energi alternatif yang bebas emisi," ujar Nur Haryani.

Ia menjelaskan bahwa PLTS atap tersebut telah dikembangkan Disnakkan jelang akhir tahun 2020. Setelah melalui proses komisioning, sistem langsung dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan listrik operasional kantor.

Adapun, sistem PLTS yang digunakan tersebut terhubung langsung dengan jaringan PLN melalui mekanisme ekspor-impor listrik.

"Semua listrik dari PLTS masuk ke jaringan PLN, lalu kita pakai sesuai kebutuhan. Jadi ada perhitungan antara yang masuk dan yang kita gunakan, itu yang membuat beban tagihan listrik kita berkurang," katanya. 

Ia menyebut, sebelum menggunakan PLTS, tagihan listrik dinas bisa mencapai lebih dari Rp3 juta per bulan. Namun setelah sistem berjalan, biaya tersebut turun drastis.

"Dulu tagihan listrik bisa sampai Rp3,5 juta sekarang bisa turun jadi kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan. Artinya penghematan bisa hampir 50 persen," katanya.

PLTS atap di Disnakkan Magetan tersebut memiliki kapasitas inverter sekitar 25 kWp (kilowatt-peak) dan mulai dibangun pada 2020.

Meski demikian, pemanfaatan energi surya tetap membutuhkan perawatan berkala, termasuk pembersihan panel dari debu agar penyerapan energi tetap optimal.

"Panel harus rutin dibersihkan. Kalau banyak debu, penyerapan sinar matahari tidak maksimal," katanya.

Terkait gangguan, ia mengaku pernah terjadi kendala teknis pada 2024 ketika salah satu kabel mengalami kerusakan hingga terbakar. Waktu itu kabel dari panel ke inverter sempat terbakar karena beban tidak seimbang. Namun setelah ditangani dan diperbaiki, sekarang kembali normal.

Ia menambahkan bahwa program PLTS atap merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong efisiensi energi sekaligus penggunaan energi terbarukan di daerah.

Nur Haryani berharap, upaya tersebut dapat menjadi contoh bagi instansi lain maupun masyarakat. Sehingga ke depan semakin banyak yang memanfaatkan energi alternatif terbarukan yang ramah lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.