Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dikalahkan Dinasti Goguryeo

📅 Selasa, 07 Mei 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Dikalahkan Dinasti Goguryeo Doc: Wikipedia

Keberadaan Kerajaan Silla Bersatu yang berjasa menyatukan Semenanjung Korea akhirnya runtuh juga. Kerajaan ini berhasil menguasai Semenanjung Korea selama tiga abad setelah berkuasa dari 668 hingga 935 masehi (M), namun kemudian mengalami kemunduran.

Kerajaan Silla Bersatu diganti oleh pesaingnya dari Dinasti Goguryeo (Koguryo). Seperti Silla, Goryeo juga menggabungkan Tiga Kerajaan Akhir Korea dengan menguasai Silla dan menumbangkan Kerajaan Baekje Akhir (Hubaekje) pada 935.

Mengapa Kerajaan Silla bersatu jatuh? Kemunduran Silla secara perlahan sejak abad ke-8 M, sebagian besar disebabkan oleh kekakuan struktur kelasnya. Hal ini didasarkan pada sistem peringkat, klasifikasi sosial yang ketat atas hak dan kewajiban yang ditentukan oleh kelahiran seseorang, yang terus berlaku seperti di Kerajaan Silla lama.

Pemerintahan Kerajaan Silla Bersatu sepenuhnya mendominasi cara kerja aristokrasi dan administrasi negara. Kurangnya kesempatan untuk naik ke atas kelas kelahiran seseorang, tidak hanya menyebabkan stagnasi ide dan inovasi. Pada kondisi ini kaum aristokrasi juga mulai membenci kekuasaan raja. Di ujung lain tangga sosial, kaum tani semakin merasa kesal dengan gencarnya pajak yang dipungut atas mereka.

Selain itu, bangsawan pemilik tanah lokal (songju) menjadi semakin sulit dikendalikan dari Gyeongju. Negara menjadi berantakan dari dalam. Dua individu akan menimbulkan masalah khusus bagi raja Silla. One Gyeon Hwon, seorang pemimpin petani, memanfaatkan kerusuhan politik pada 892 M dan membangun kembali Kerajaan Baekje lama di bagian barat daya semenanjung.

Sementara itu, seorang pemimpin biksu aristokrat-Buddha, Gung Ye, mendeklarasikan Negara Bagian Goguryeo baru di utara pada 901 M, yang dikenal sebagai Goguryeo Akhir. Kemudian terjadi perebutan kekuasaan yang berantakan untuk menguasai semenanjung seperti yang terjadi pada periode Tiga Kerajaan.

Kyon Hwon menyerang Gyeongju pada 927 M, sementara tirani Gung Ye yang tidak populer dan fanatik menyebabkan kematiannya di tangan rakyatnya sendiri. Ia digantikan oleh menteri pertamanya, Wang Geon, pada 918 M yang menyerang Baekje Akhir, yang kini dilanda konflik kepemimpinan, dan kemudian Silla.

Raja Silla terakhir, Gyeongsun, menyerah pada 935 M dan meninggalkan Wang Kon untuk menyatukan negaranya sekali lagi tetapi dengan nama baru yaitu Dinasti Goryeo (Koryo). Dinasti ini memerintah Korea dari 918 M hingga 1392 M.

Sistem pemerintahan Goryeo mirip dengan kerajaan-kerajaan Korea sebelumnya. Pemerintahan bersifat terpusat yang dipimpin oleh seorang raja yang mungkin berkonsultasi dengan dewan kecil yang terdiri dari administrator senior.

Pemerintahan sipil didominasi oleh aristokrasi yang meluas namun masih eksklusif yang berkuasa atas sebagian besar masyarakat petani dengan beberapa pengrajin terampil yang memproduksi barang-barang manufaktur seperti keramik, senjata, dan benda seni. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.