Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dijanjikan Kerja di Malaysia, Perempuan Asal Sangihe Diamankan di BP3MI Batam Sebelum Naik Kapal

📅 Kamis, 24 Jul 2025, 15:52 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dijanjikan Kerja di Malaysia, Perempuan Asal Sangihe Diamankan di BP3MI Batam Sebelum Naik Kapal Doc: Kemen P2MI
Ket. KemenP2MI melalui BP3MI Batam kembali menggagalkan keberangkatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) tujuan Malaysia di Pelabuhan Internasional Batam Center, Rabu, 23 Juli 2025

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) melalui BP3MI Batam kembali menggagalkan keberangkatan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) tujuan Malaysia di Pelabuhan Internasional Batam Center, Rabu, 23 Juli 2025. 

CPMI perempuan ini diketahui bernama Meisy Ketsia Maleru (30), warga Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Meisy diamankan bersama seorang pria bernama Ridwan, yang diduga sebagai pelaku penempatan ilegal dan hendak mendampingi korban berangkat.

Kepala BP3MI Kepulauan Riau Kombes Pol.Imam Riyadi mengatakan, penangkapan dilakukan bekerja sama dengan Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan (KP3) Batam. 

Operasi digelar setelah adanya informasi awal dari BP3MI Sulteng dan BP3MI Jawa Timur yang sebelumnya telah mengamankan satu orang korban lain atas nama Novylista Baleru di Surabaya.

Meisy dan Novylista merupakan kakak beradik. Keduanya direkrut oleh seorang perempuan bernama Eva yang berada di Malaysia. 

"Eva diduga mengatur keberangkatan korban bersama kakaknya melalui jalur udara dengan rute Surabaya–Batam–Malaysia," jelas Imam dalam pesan elektronik yang diterima di Jakarta, Kamis, (24/7/2025). 

Meisy tiba di Batam pada Minggu, 20 Juli 2025 dan dijemput ojek online yang dipesankan oleh Ridwan. Korban kemudian diarahkan ke sejumlah lokasi, termasuk untuk mengurus paspor di Imigrasi Harbourbay, yang difasilitasi oleh seseorang bernama Cici.

Selama di Batam, Meisy berpindah kos beberapa kali atas arahan Ridwan, yang juga menemaninya hingga hari keberangkatan. Ridwan memfasilitasi pembelian tiket ferry dan mengantar korban ke pelabuhan. 

"Keduanya diamankan sesaat sebelum proses boarding menuju Pasir Gudang, Malaysia," jelas Imam. 

Petugas mengamankan barang bukti berupa paspor atas nama Meisy dan Ridwan serta dua tiket ferry tujuan Malaysia, termasuk satu unit handphone.

Imam memastikan, pihaknya akan melakukan proses penyidikan lanjutan dan pengungkapan jaringan perekrut. Kasus ini menambah daftar praktik penempatan pekerja migran Indonesia secara ilegal yang masih marak terjadi. BP3MI mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur janji kerja ke luar negeri tanpa prosedur resmi.

terpisah, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding selalu mengingatkan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) untuk bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi dan prosedural. 

Menteri Karding juga mengimbau CPMI mencari tahu lowongan pekerjaan di luar negeri melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI).

“Untuk prosedural, silakan mendatangi kantor-kantor pelayanan pekerja migran Indonesia di kabupaten atau kantor-kantor BP3MI di tingkat wilayah atau langsung telepon ke kantor pusat atau ke Dinas Tenaga Kerja yang ada,” imbuh dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.