Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Depok Terus Lahirkan Pengusaha Baru

📅 Rabu, 01 Nov 2023, 05:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Depok Terus Lahirkan Pengusaha Baru Doc: Foto: Pemkot Depok
Ket. Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengklaim telah mencetak 2100 usaha baru.

DEPOK - Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, Pemerintah Kota Depok terus melahirkan pengusaha baru melalui berbagai kegiatan pelatihan bisnis. "Hingga kini tercatat telah dilatih 2.100 pengusaha baru untuk berbagai bidang usaha," jelas Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Nani Zara, dipantau Selasa (31/10).

Dia menjelaskan, dari 2.100 pengusaha baru, sekitar 1.400 di antaranya sudah dibuatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. "Namun karena prosesnya panjang, untuk sertifikasi halal, baru rampung 500 pengusaha. Sisanya masih berjalan," tandas Nani.

Untuk meningkatkan pangsa pasar, kata Nani Zara, mereka diberi kesempatan menjajakan dagangan di Alun-alun Kota Depok. Langkah tersebut dijalankan sebagai sarana maupun media promosi pemasaran produk-produk.

Program wira usaha baru (WUB) ini sudah masuk tahun ke-2. Sedangkan kegiatan promosi memang rutin dilaksanakan DKUM sebagai media pemasaran secara offline para WUB dari 11 kecamatan. Nani menyebut untuk gelaran produk UMKM di alun-alun didominasi kuliner yang mencapai 80 persen. Sisanya, adalah produk kerajinan dan pakaian.

"Gelar produk diharapkan bisa menjadi ajang masyarakat umum untuk melihat produk-produk UMKM kecamatan masing-masing. Ini juga menjadi strategi pemasaran secara offline. Mereka juga tetap menjalankan strategi online," ujarnya.

Sebelumnya, Pemkot Depok terus berupaya meningkatkan pertumbuhan sektor industri kreatif untuk menggaet para investor masuk ke Depok. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Penelitian Daerah, Dadang Wihana, mengatakan potensi Depok sangat potensial untuk semua subsektor ekonomi kreatif. "Kondisi demikian bisa menjadi kekuatan untuk mendatangkan para investor," ujar Dadang.

Oleh karena itu, dia melakukan pertemuan dengan pelaku industri dan ekonomi kreatif untuk berbagi gagasan dan pengalaman serta pemaparan untuk kemajuan sektor ekonomi kreatif.

Perlu Kebersamaan

Namun, menurut Dadang, harus disadari bahwa upaya menggerakkan sektor ekonomi kreatif memerlukan kebersamaan dan sinergi semua pelaku bisnis. Dadang berinisiatif menjaring saran dan masukan dari pelaku ekonomi kreatif melalui kegiatan Kolaborasi Bareng Komunitas (Kongko) Pembangunan yang sudah dilaksanakan beberapa hari lalu.

Dadang mengatakan, Kota Depok memiliki jenama Friendly City atau Kota Bersahabat. Sedangkan untuk mewujudkan jenama tersebut perlu dukungan seperti sarana prasarana yang memadai. Dia memberi contoh, Yogyakarta khas dengan kuliner gudeg. Maka, Depok harus memiliki kekhasan sektor kuliner.

Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Badan Perencanaan Pembangunan dan Pengembangan Penelitian Daerah Kota Depok, Tri Redjeki, menyebut Kongko Pembangunan kali ini menghasilkan beberapa kesimpulan. Salah satunya, Kota Depok memiliki pertumbuhan kuliner yang tinggi dengan pasarbesar. Namun, harus tetap dijaga agar persaingannya tetap sehat, meski ketat. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.