Demi Kenyamanan Keluarga, Hindari Lautan Kendaraan di Puncak Arus Balik Akhir Pekan Ini, Cek Tanggal Amannya
📅 Rabu, 25 Mar 2026, 20:40 WIB | Oleh: AlfredJAKARTA - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengimbau masyarakat untuk mengatur ulang jadwal kepulangan guna menghindari kepadatan ekstrem pada puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi jatuh pada 28–29 Maret mendatang.
Langkah ini krusial mengingat data kepolisian mencatat masih terdapat sisa ratusan ribu hingga jutaan kendaraan yang belum kembali ke wilayah Jabodetabek. Meski angka kecelakaan dilaporkan menurun hingga 16 persen, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama seiring proyeksi kenaikan volume kendaraan sebesar lima persen dibandingkan tahun lalu.
“Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menumpuk di tanggal 28–29 di hari-hari akhir libur ini,” kata Pratikno usai meninjau kondisi arus mudik dan balik di Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC), Bekasi, Rabu.
Ia mengatakan masyarakat diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan lebih awal agar distribusi kendaraan lebih merata dan tidak terpusat pada waktu tertentu.
Pratikno menjelaskan arus mudik Lebaran tahun ini secara umum berjalan lancar meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan pada periode sementara H-12 hingga H+3 Lebaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Terjadi kenaikan ya 4,6 sampai hampir 5 persen. Demikian juga dengan penyeberangan juga sangat tinggi, tetapi alhamdulillah bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas selama periode tersebut juga dilaporkan mengalami penurunan sekitar 16 persen.
Menurut dia, kelancaran arus mudik tidak terlepas dari kesiapan lintas instansi serta dukungan sistem pemantauan berbasis data yang memungkinkan respons cepat di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pratikno juga mengapresiasi kerja keras para petugas yang tetap bertugas selama periode Lebaran dalam menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat.
Ia menambahkan arus balik diperkirakan mengalami kenaikan sekitar lima persen sehingga diperlukan pengaturan waktu perjalanan oleh masyarakat untuk menghindari kepadatan di puncak arus balik.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut hingga Rabu siang jumlah kendaraan yang kembali ke Jakarta telah mencapai sekitar 2,04 juta unit dari total kendaraan yang keluar sebelumnya.
“Artinya masih ada sisa dari kurang lebih 2,5 juta kendaraan yang meninggalkan Jakarta. Dikurangi yang sudah masuk, itulah yang menjadi PR kita untuk bisa kita urai pada puncak arus balik,” ucap Kapolri.
Pemerintah mencatat puncak arus balik sementara mencapai 256.338 kendaraan dalam satu hari, lebih tinggi dibandingkan periode Lebaran tahun lalu sebesar 223.163 kendaraan.
Ia menyebut pemerintah terus mendorong penguraian agar arus balik tidak menumpuk pada puncak periode libur Lebaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!