Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dedi Mulyadi Janji Listrik 100 Persen di Jawa Barat Tahun 2026, Pakai Tenaga Surya!

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 18:08 WIB | Oleh:
Dedi Mulyadi Janji Listrik 100 Persen di Jawa Barat Tahun 2026, Pakai Tenaga Surya! Doc: ANTARA/HO Pemprov Jabar
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berjanji seluruh warga Jabar akan menikmati akses listrik pada 2026, termasuk di wilayah terpencil. Pemerintah provinsi akan memanfaatkan listrik tenaga surya agar pembangunan tidak merusak lingkungan, sekaligus menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 100 persen.

Dedi Mulyadi menjanjikan pihaknya akan menggunakan listrik tenaga surya untuk menghadirkan akses listrik di daerah-daerah terpencil dan sulit diakses. Langkah itu diambil agar pembangunan akses listrik tidak merusak ekosistem lingkungan.

"Yang tidak memiliki listrik itu, rumah-rumah, dan beberapa daerah di tengah hutan. Kita sudah rencanakan dengan listrik tenaga surya," kata Dedi di Bandung, Selasa.

Menurut data dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat, masih ada 450 ribu rumah yang belum tersambung listrik.

"Saya targetkan tahun depan. Tadinya mau tahun ini listrik selesai. Karena dulu pelaporan dari Dinas SDM itu kekurangannya 150.000 satuan sambungan. Ternyata kan 450.000 sekarang nambah lagi. Jadi ya harus tahun depan," katanya.

Selain menghadirkan akses listrik yang merata, Dedi juga mengatakan Pemerintah Provinsi Jabar akan mengatasi desa-desa yang belum memiliki akses komunikasi (blank spot) tahun 2026.

Dan saat ini, Pemda Jabar masih melakukan inventarisasi desa yang belum memiliki akses komunikasi. Dengan inventarisasi yang baik, intervensi akan efektif dan efisiensi.

"Saya targetkan juga tahun depan terkoneksi internet. Ini yang kita menjadi target, belanja pembangunannya harus buat kepentingan masyarakat," tutur Dedi.

Janji ini, diungkapkan Dedi, menyikapi temuan Kementerian Koperasi yang disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, yang menjabarkan ada sejumlah kendala yang dialami dalam pelaksanaan program Koperasi Merah Putih (KMP) di sejumlah desa Jawa Barat.

Menurut Ferry, salah satu kendala yang dihadapi yaitu masih banyak desa yang belum teraliri listrik dengan jumlah ribuan.

"Kami menemukan beberapa masalah karena ada ribuan lebih desa masih belum ada listriknya," ungkap Ferry saat Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat di Gedung Sate Bandung, Senin (20/10).

Begitu pun jaringan internet sehingga hal tersebut berdampak pada pendataan KMP oleh pengurus koperasi.

"Masih ada belasan ribu desa yang belum terkoneksi internet, yang belum terdukung secara maksimal dengan data-data akurat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.