Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dari Sunda ke Sahul, Perjalanan Epik Manusia Purba dan Temuan Penting di Tanimbar

📅 Sabtu, 17 Agu 2024, 15:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dari Sunda ke Sahul, Perjalanan Epik Manusia Purba dan Temuan Penting di Tanimbar Doc: The Conversation
Ket. Desa pesisir di Tanimbar, Maluku.

Hendri A. F. Kaharudin, Australian National University dan Sue O'Connor, Australian National University

Kisah perjalanan manusia purba menuju Sahul-yang kini dikenal sebagai Australia dan New Guinea-adalah salah satu babak paling menarik dalam sejarah migrasi prasejarah.

Sebab, sejak sebelum area ini dihuni manusia, Paparan Sahul telah terpisah oleh lautan dari Asia Tenggara Daratan, Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali yang dulunya tergabung oleh daratan menjadi Paparan Sunda.

Untuk sampai ke Sahul, manusia harus menerjang rintangan air melintasi taburan pulau yang dikenal dengan nama Wallacea. Artinya, perjalanan ini menunjukkan keterampilan pelayaran yang maju, menjadikannya momen penting dalam sejarah manusia.

Penelitian terbaru kami, yang dipimpin oleh arkeolog dari Australian National University (ANU), bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, telah mengungkap keberadaan manusia di Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, sejak 42.000 tahun yang lalu.

Temuan ini menambah pemahaman kita tentang kedatangan manusia prasejarah di wilayah ini. Lokasi Tanimbar yang berada di ujung tenggara Wallacea dan berseberangan langsung dengan Sahul menegaskan bahwa manusia telah menghuni sebagian besar pulau di sisi selatan Wallacea, dari Kepulauan Sunda Kecil hingga sisi selatan Maluku sejak sekurang-kurangnya 40.000 tahun yang lalu.

Dua jalur migrasi

Selama bertahun-tahun, para arkeolog banyak terlibat dalam perdebatan mengenai jalur migrasi dari Sunda ke Sahul. Pada pertengahan 1950an, Birdsell mengemukakan dua jalur utama: jalur utara melalui pulau-pulau seperti Sulawesi, Halmahera, dan Seram, serta jalur selatan yang melewati Timor dan Kepulauan Tanimbar. Jalur-jalur ini berfungsi sebagai koridor penting melalui Wallacea, kawasan kepulauan yang menantang dengan laut dalam dan jalur sempit di antara pulau-pulau.

Jalur utara dianggap potensial karena lompatan pulau yang lebih pendek, visibilitas antar pulau yang lebih baik, serta telah mengungkap banyak situs arkeologi penting.

Situs seperti Leang Karampuang di Sulawesi mengungkap lukisan cadas berusia sekitar 51.200 tahun, memberikan wawasan tentang budaya dan teknologi manusia purba. Pulau-pulau seperti Talaud dan Gebe menunjukkan bukti keberadaan manusia sejak sebelum Glasial Maksimum Terakhir (kurang lebih 20 ribu tahun yang lalu), mengindikasikan hunian yang berkelanjutan di kawasan Wallacea.

Sebaliknya, jalur selatan, meski lebih berisiko dengan penyeberangan laut yang lebih besar, juga memiliki situs-situs penting di Kepulauan Sunda Kecil. Flores, Alor, dan Timor, misalnya, menunjukkan bukti hunian manusia lebih dari 40.000 tahun yang lalu, dengan ketergantungan dan adaptasi yang tinggi pada sumber daya laut.

Jejak pelaut handal di Elivavan

Penemuan terbaru di Elivavan, Pulau Fordata, Kepulauan Tanimbar, Maluku, menambah bagian penting pada teka-teki ini. Dengan pertanggalan sekitar 42.000 tahun yang lalu, Elivavan menjadi salah satu situs tertua di Wallacea, dan mengindikasikan proses diaspora yang singkat di sepanjang sisi selatan Wallacea. Jejak hunian tertua dari Flores di sebelah barat hingga Tanimbar di ujung timur menunjukkan umur hunian antara 47 hingga 40 ribu tahun yang bermakna sebagian besar pulau-pulau di jalur selatan telah diokupasi dalam kurun waktu beberapa ribu tahun saja atau bahkan lebih singkat.

Data temuan arkeologi juga mengungkapkan pemanfaatan sumber daya laut dan darat yang tinggi. Penghuni Elivavan banyak mengkonsumsi ikan, kerang, kepiting, bulu babi dan makropod (hewan berkantung seperti kanguru atau walabi).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

49 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.