Dampak Gempa Pacitan, KRL Palur-Yogya Sempat Terhenti di Maguwoharjo
📅 Selasa, 27 Jan 2026, 11:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
YOGYAKARTA – Yogyakarta KA 721 yang merupakan rangkaian kereta api commuter line (KRL) yang melayani rute Palur-Yogyakarta sempat terhenti di Stasiun Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), imbas gempa bumi tektonik magnitudo (M) 5,7 yang terjadi di Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1), pukul 08.20 WIB.
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan penghentian sementara seluruh perjalanan kereta api sebagai prosedur keselamatan pascagempa dan seluruh perjalanan kembali berjalan normal pada pukul 08.48 WIB.
"Pemeriksaan prasarana pascagempa merupakan prosedur yang wajib dilakukan KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga," ujar Feni saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Selasa.
Ia menjelaskan tim lapangan KAI Daop 6 Yogyakarta langsung memeriksa seluruh prasarana perkeretaapian, meliputi jalur rel, jembatan, serta fasilitas pendukung lainnya.
Setelah hasil pemeriksaan menyatakan seluruh lintas dan jalur aman, kata dia, perjalanan kereta api kembali diizinkan beroperasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama proses pemeriksaan tersebut, Feni menyebut sebanyak 16 perjalanan kereta api sempat berhenti sementara, termasuk KRL Yogyakarta-Palur KA 712 dan KA 721.
Sementara itu, salah seorang penumpang KRL KA 721 Intan Martha B mengaku kereta yang ditumpanginya sempat berhenti saat tiba di Stasiun Maguwoharjo.
Penghentian perjalanan tersebut disampaikan kepada penumpang melalui pengumuman menggunakan pengeras suara di dalam kereta.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Gempa tidak terasa, tapi saya tahu dari pengumuman di kereta bahwa kereta tidak bisa jalan karena ada gempa sehingga perlu dilakukan pengecekan jalur kereta," ujar karyawan BUMN asal Solo tersebut.
Menurut dia, kereta berhenti sekitar 25 menit sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik bermagnitudo M5,7 terjadi pada pukul 08.20 WIB dengan episenter di darat 24 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 122 kilometer. Gempa tersebut dirasakan di wilayah DIY dengan intensitas II MMI dan dinyatakan tidak berpotensi tsunami.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!