Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Dana Keluar Lebih Besar, BI Diminta Lanjutkan Kenaikan Bunga Acuan

📅 Rabu, 15 Nov 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Cegah Dana Keluar Lebih Besar, BI Diminta Lanjutkan Kenaikan Bunga Acuan Doc: KORAN JAKARTA/M FACHRI
Ket. HELMI ARMAN Chief Economist Citi Indonesia - Dalam hemat kami, kenaikan suku bunga BI ini tujuannya adalah untuk merestorasi terutama diferensial imbal hasil obligasi yang turun tajam akibat kenaikan imbal hasil US treasury.

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diminta melanjutkan menaikkan suku bunga acuan BI7 days Reverse Repo Rate karena dinilai hal itu akan memulihkan diferensial imbal hasil surat utang (obligasi) yang sudah turun relatif tajam akibat kenaikan imbal hasil US Treasury.

Chief Economist Citi Indonesia, Helmi Arman, dalam konferensi pers "Economic Outlook & Pemaparan Kinerja Keuangan Citi Indonesia Kuartal III-2023" di Jakarta, baru-baru ini, mengatakan kondisi keseimbangan pasar valuta asing (valas) di Indonesia terpengaruh akibat level suku bunga Amerika Serikat (AS) yang meningkat cukup tajam dibandingkan sebelumnya.

"Dalam hemat kami, kenaikan suku bunga BI ini tujuannya adalah untuk merestorasi terutama diferensial imbal hasil obligasi yang turun tajam akibat kenaikan imbal hasil US treasury," kata Helmi.

Peningkatan itu berdampak pada arus dana keluar dari para pelaku dalam negeri (residen), salah satunya pembayaran utang luar negeri dari korporasi-korporasi domestik.

"Banyak perusahaan memilih membayar utang luar negeri dan sebagian dibiayai kembali melalui pinjaman domestik," katanya seperti dikutip dari Antara.

Selain itu, sumber tekanan bagi neraca pembayaran juga berasal dari arus modal keluar investor asing dalam beberapa bulan terakhir yang terjadi di saat imbal hasil bunga obligasi Amerika meningkat.

Secara global, Citi memperkirakan terjadi arus modal keluar atau capital outflow dari seluruh negara berkembang. Sepanjang tahun berjalan pada 2023 ini, capital outflow dari Asia lebih besar atau cukup tajam dibandingkan dengan negara-negara di Amerika Latin.

Ironisnya, capital outflow yang lebih besar dari Asia itu terjadi karena inflasi di Asia pada 2022 akibat kenaikan harga komoditas dunia relatif terkendali. Inflasi yang terkendali ini membuat kenaikan suku bunga di Asia tidak sebesar seperti Amerika Latin. Ketika inflasi saat ini sama-sama sedang menurun maka terlihat bahwa diferensial suku bunga di Asia dengan Amerika itu relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara Amerika Latin.

"Maka, kami melihat outflow dari emerging market itu relatif lebih besar dibandingkan dengan region lain seperti di Amerika Latin," katanya.

Setelah menaikkan suku bunga acuan, dia berharap BI melanjutkan kenaikan suku bunga lebih besar untuk operasi pasar terbuka yang berjangka waktu lebih panjang (6, 9, dan 12 bulan) dibandingkan sebelumnya sebesar 25 basis poin.

"Ini akan merestorasi imbal hasil obligasi yang turun tajam dalam beberapa bulan terakhir," katanya.

Dalam kesempatan terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, sepakat bahwa kenaikan bunga acuan BI akan memulihkan diferensiasi imbal hasil surat utang.

"Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, dengan menjaga agar tidak terjadi modal keluar terlalu banyak," kata Esther. Kenaikan suku bunga juga mengendalikan inflasi akibat kenaikan harga komoditas

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bulgaria Catat Rekor Kenaik...
Luar Negeri
Jepang Sumbang 10 Juta Doll...
Nasional
BMKG Keluarkan Peringatan G...
Luar Biasa, Kiper Vozinha dari Cape Verde Pilihan FIFA untuk Tim Terbaik Dunia

Luar Biasa, Kiper Vozinha dari Cape Verde Pilihan FIFA untuk Tim Terbaik Dunia

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.