Cabai Rawit Sulteng Melimpah! Produksi 2025 Surplus Hampir 5.000 Ton
📅 Senin, 06 Okt 2025, 17:58 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Basri Marzuki
PALU - Produksi cabai rawit di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat surplus sebesar 4.909 ton hingga September 2025. Dengan total produksi mencapai 13.166 ton, kebutuhan konsumsi dalam daerah yang hanya sekitar 8.257 ton per tahun kini terpenuhi bahkan berlebih.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng, Nelson Metubun, mengatakan produksi cabai rawit mencapai 13.166 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat di dalam daerah hanya sekitar 8.257 ton per tahun. Dengan demikian, terjadi kelebihan produksi yang cukup signifikan.
“Jumlah produksi cabai rawit Sulteng 13.166 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi terpenuhi dengan rata-rata 8.257 ton per tahun. Jadi masih ada kelebihan atau surplus 4.909 ton,” ujar Nelson di Palu, Senin (6/10/2025).
Nelson optimistis total produksi cabai rawit tahun ini akan melampaui capaian tahun 2024 yang mencapai 16.201 ton dengan surplus sebesar 9.364 ton. Optimisme itu didukung oleh semangat para petani yang terus meningkatkan hasil panen dan kualitas produksi menjelang akhir tahun.
Menurut dia, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produksi melalui berbagai intervensi dan dukungan, salah satunya berupa bantuan bibit cabai bagi kelompok tani di sejumlah kabupaten sentra produksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Melihat rata-rata kebutuhan masyarakat terhadap cabai mencapai 8.257 ton, ini menunjukkan minat konsumsi yang cukup tinggi. Karena itu kami terus dorong petani memperluas tanam,” ujarnya.
Nelson juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam cabai sebagai langkah pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Upaya ini dinilai efektif membantu menjaga stabilitas harga, mengingat cabai rawit sering menjadi salah satu penyumbang inflasi daerah di sektor pangan.
Pemerintah memberikan apresiasi kepada para petani yang tetap konsisten menjaga produktivitas. Hasil panen cabai rawit Sulteng tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memasok ke daerah lain yang mengalami kekurangan pasokan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan begitu, pendapatan petani juga meningkat. Saat ini harga cabai rawit di pasaran berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram,” kata Nelson.
Selain cabai rawit, ia menambahkan bahwa cabai besar juga mencatat surplus sebanyak 2.124 ton, dengan total produksi mencapai 4.609 ton dan konsumsi masyarakat sekitar 2.484 ton per tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!