Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Buntut Serangan Israel, Parlemen Iran Hentikan Kerja Sama Nuklir dengan Badan PBB 

📅 Kamis, 26 Jun 2025, 16:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Buntut Serangan Israel, Parlemen Iran Hentikan Kerja Sama Nuklir dengan Badan PBB  Doc: Reuters

JAKARTA - Ketegangan antara Iran dan Israel makin memanas dan kali ini berdampak langsung ke ranah nuklir dunia.

Parlemen Iran resmi mengesahkan RUU yang menghentikan kerja sama negara itu dengan Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA), alias pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Iran menilai IAEA gagal bersikap netral setelah fasilitas nuklir mereka diserang oleh Israel beberapa waktu lalu. Padahal, serangan itu terjadi tak lama setelah IAEA menyatakan Iran melanggar kewajiban non-proliferasi senjata nuklir—sesuatu yang langsung dibantah mentah-mentah oleh Teheran.

“IAEA bahkan tidak mengutuk serangan ke fasilitas nuklir kami. Kredibilitas internasionalnya dijual begitu saja,” tegas Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, dalam laporan media pemerintah, Rabu, (25/6). 

RUU tersebut akan berlaku sepenuhnya jika disetujui oleh Dewan Penjaga Konstitusi—badan non-terpilih yang memiliki kekuasaan tertinggi dalam sistem hukum Iran.

Isinya antara lain mewajibkan inspeksi IAEA untuk mendapat lampu hijau dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Lebih jauh, kerja sama seperti pemasangan kamera pengawas, inspeksi lokasi, hingga pelaporan ke IAEA bakal dihentikan total.

“Organisasi Energi Atom Iran akan suspend kerja sama dengan IAEA sampai keamanan fasilitas nuklir kami benar-benar terjamin,” ujar Qalibaf, yang juga menyebut Teheran akan mempercepat pengembangan program nuklir sipilnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyampaikan keinginan untuk mengembalikan para inspektur ke fasilitas nuklir Iran, terutama usai serangan udara Israel pada 13 Juni lalu. Namun hingga kini, belum ada komentar resmi dari IAEA terkait keputusan parlemen Iran tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menambahkan bahwa serangan dan tekanan internasional ini kemungkinan besar akan mengubah pendekatan Iran terhadap program nuklir dan rejim non-proliferasi.

“Tapi, ke mana arah perubahannya, belum bisa dipastikan sekarang,” katanya kepada Al-Araby Al-Jadeed.

Dengan keputusan ini, Iran jelas mengirim pesan keras: mereka tak akan tinggal diam ketika kedaulatan energi—terutama nuklir—mereka terancam. Dunia pun kini menahan napas, menanti babak selanjutnya dalam drama nuklir paling panas di Timur Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.