Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Beban Kontrasepsi Lebih Berat di Pundak Perempuan, Apa Kabar Laki-laki?

📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 14:22 WIB | Oleh:
Beban Kontrasepsi Lebih Berat di Pundak Perempuan, Apa Kabar Laki-laki? Doc: ANTARA
Ket. Seorang akseptor menerima layanan KB vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP) gratis di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

JAKARTA - Pada tahun 2024, Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan ketidakseimbangan mencolok dalam penggunaan alat kontrasepsi di Indonesia. Hanya 2,48 persen laki-laki yang menggunakan KB, berbanding jauh dengan 55,36 persen perempuan.

Ironisnya, perempuan justru menanggung risiko kesehatan yang lebih besar akibat penggunaan kontrasepsi hormonal seperti pil dan suntik, yang dapat menyebabkan haid tidak teratur, perdarahan abnormal, hingga perubahan suasana hati.

Bahkan, studi di Denmark mengindikasikan potensi hubungan antara penggunaan KB spiral (IUD) berlapis hormon dengan risiko kanker payudara, meskipun risikonya kecil. Sementara itu, IUD tembaga berpotensi menyebabkan kehamilan di luar kandungan.

Selain risiko kesehatan, ketidakseimbangan ini juga menempatkan beban tanggung jawab kontrasepsi secara tidak adil pada perempuan, terutama dalam konteks budaya patriarki yang masih kuat di Indonesia.

Dr. Gita Pratami, seorang dokter kandungan, menjelaskan bahwa kontrasepsi hormonal pada wanita memang memiliki potensi efek samping karena mempengaruhi sistem hormonal alami tubuh.

"Pil dan suntik KB bekerja dengan mengubah kadar hormon estrogen dan progesteron, yang bisa menimbulkan berbagai keluhan. Sementara itu, vasektomi pada laki-laki adalah prosedur yang relatif sederhana dan minim risiko jangka panjang," ujarnya.

Dr. Gita menekankan bahwa partisipasi laki-laki dalam kontrasepsi sangat penting untuk mengurangi beban kesehatan dan tanggung jawab yang selama ini diemban perempuan.

Sedangkan, Prof. Dr. Heru Santoso, seorang sosiolog gender menambahkan bahwa budaya patriarki turut melanggengkan ketidakseimbangan ini.

"Ada anggapan yang keliru bahwa urusan reproduksi adalah sepenuhnya tanggung jawab wanita. Padahal, kesetaraan gender seharusnya juga tercermin dalam perencanaan keluarga.  Laki-laki perlu lebih aktif dan bertanggung jawab dalam hal ini," katanya.

Prof. Heru juga menyoroti banyaknya mitos keliru seputar vasektomi yang menjadi penghalang bagi laki-laki untuk memilih metode kontrasepsi yang aman dan efektif ini.

Vasektomi sendiri terbukti sebagai metode kontrasepsi laki-laki yang minim risiko dan sangat efektif mencegah kehamilan. Penggunaannya menjadi semakin krusial ketika perempuan memiliki kondisi medis tertentu seperti tekanan darah tinggi atau gangguan autoimun yang membuat mereka tidak dapat menggunakan kontrasepsi hormonal.

Oleh karena itu, perlu adanya upaya lebih gencar untuk mengedukasi masyarakat, khususnya laki-laki, mengenai keamanan dan efektivitas vasektomi, serta menghilangkan mitos-mitos yang keliru.

Keterlibatan aktif laki-laki dalam kontrasepsi bukan hanya soal berbagi tanggung jawab, tetapi juga melindungi kesehatan dan kesejahteraan perempuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.