Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPTPH Kalsel Kendalikan Tikus Pascabanjir

📅 Senin, 26 Jan 2026, 16:11 WIB | Oleh:
BPTPH Kalsel Kendalikan Tikus Pascabanjir Doc: ANTARA/HO-Pemprov Kalsel
Ket. Program pengendalian hama dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan.

Banjarmasin, Kalsel -- Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan mengambil langkah antisipatif terhadap potensi munculnya hama lanjutan pascabencana banjir, khususnya tikus yang kerap menyerang pada masa pertanaman.

Kepala BPTPH Provinsi Kalimantan Selatan Lestari Fatria Wahyuni mengatakan pengalaman di lapangan menunjukkan setelah banjir surut, ancaman serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) cenderung meningkat, terutama tikus yang dapat merusak pertanaman petani.

"Biasanya setelah dampak banjir, akan muncul hama lanjutan, salah satunya tikus. Untuk mengantisipasi hal tersebut pada masa pertanaman, kami sudah menyiapkan bahan pengendali berupa rodentisida," ujar Lestari di Banjarbaru, Kalsel, Senin.

Ia menjelaskan bahan pengendali tersebut telah disebarkan ke brigade-brigade pengendalian yang berada di laboratorium BPTPH di masing-masing wilayah kerja.

Selanjutnya, dari laboratorium akan didekatkan ke petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) di lapangan agar siap digunakan saat diperlukan.

"Dari laboratorium nanti akan didekatkan ke para POPT di lapangan, sehingga bahan pengendali bisa tersedia pada saat akan digunakan untuk pengendalian atau gerakan pengendalian," jelasnya.

Terkait jumlah bantuan bahan pengendali, Lestari menyampaikan bahwa pendistribusiannya dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Stok yang tersedia akan disesuaikan dengan laporan kejadian OPT dari para POPT.

"Untuk jumlahnya menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Kami mendata sesuai laporan kejadian. Jadi bukan angka tetap, tapi berdasarkan kondisi riil," katanya.

Selain itu, BPTPH Kalsel juga terus berkolaborasi dengan dinas pertanian kabupaten/kota dalam menjaga ketersediaan bahan pengendali, baik pestisida, rodentisida, maupun herbisida.

Pasalnya, dinas kabupaten/kota juga menganggarkan bahan pengendali di wilayah masing-masing.

"Ketersediaan bahan pengendali selalu kami koordinasikan dengan dinas kabupaten kota. Untuk brigade kami, bahan diberikan sesuai kejadian yang dilaporkan POPT di lapangan dan diaplikasikan saat gerakan pengendalian dilakukan," ungkapnya.

Lestari juga mengungkapkan bahwa pada tahun ini terdapat peningkatan dukungan pengadaan bahan pengendali dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut berasal dari bantuan dropping langsung dari pemerintah pusat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.