Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Karangasem Mewaspadai Bencana Musim Hujan di Wisata Arung Jeram

📅 Senin, 13 Nov 2023, 16:48 WIB | Oleh:
BPBD Karangasem Mewaspadai Bencana Musim Hujan di Wisata Arung Jeram Doc: ANTARA/HO-Pemkab Tanah Datar
Ket. Ilustrasi - Arung Jeram di Batang Sinamar Kecamatan Lintau Buo Utara.

DENPASAR - Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan memasuki musim hujan mereka mulai mewaspadai bencana tanah longsor dan banjir bandang terutama di kawasan wisata arung jeram yang terkenal di wilayah Bali bagian timur itu.

"Belajar dari kejadian tahun-tahun sebelumnya saat hujan lebih banyak kejadian tanah longsor dan banjir bandang, longsor paling rawan di wilayah Desa Muncan sampai dengan Desa Rendang, sepanjang jalan jalur menuju tempat rafting (arung jeram)," kata dia saat dikonfirmasi di Denpasar, Senin.

Untuk antisipasinya, sesuai arahan Bupati Karangasem I Gede Dana, BPBD Karangasem akan menyiapkan sumber daya manusia dan sarana prasarana agar ketika terjadi bencana mereka sudah siap.

Selain itu, mereka sudah menyampaikan penegasan melalui surat imbauan yang disalurkan melalui Dinas Pariwisata Karangasem, sehingga pelaku pariwisata seperti pemilik wisata arung jeram dan pemandu memahami kondisi ini.

"Belajar dari pengalaman harusnya sudah memahami, tetapi pemerintah melalui instansi masing-masing tetap wajib selalu mengingatkan lewat surat imbauan," ujarnya.

Arimbawa menyebut tak hanya wilayah dua desa tadi, ancaman tanah longsor juga banyak terjadi di Dusun Sega Desa Bunutan, Dusun Temus Desa Besakih, dan Dusun Batu Gede Desa Duda Timur.

Sementara untuk banjir bandang umumnya terjadi di jalan-jalan utama Kecamatan Kubu dan Seraya.

Sebelumnya saat musim kemarau, Kabupaten Karangasem terutama sekitar Gunung Agung ditimpa bencana kebakaran hutan dan lahan, dan ketika memasuki musim hujan mereka tetap melakukan antisipasi namun dengan potensi kejadian berbeda.

Gunung Agung juga merupakan salah satu objek wisata yaitu wisata pendakian, sehingga BPBD Karangasem turut mewaspadai bencana di objek ini.

"Jangan berlama-lama tinggal di puncak kawah Gunung Agung karena adanya ancaman gas beracun, adanya longsoran-longsoran, dan jalan licin karena banyaknya kerikil-kerikil yang hanyut sepanjang perjalanan pendakian," kata dia.

Arimbawa menyebut selain instansi penanggulangan bencana, OPD lain juga diminta oleh bupati agar bergotong royong mengantisipasi bencana di musim hujan, seperti dinas PUPR yang diminta menormalisasi drainase-drainase dan sungai, serta berkoordinasi dengan Dinas PUPR Bali dan Kementerian PUPR untuk melaksanakan kegiatan yang sama.

Selanjutnya Dinas Lingkungan Hidup Karangasem melaksanakan pemangkasan pohon di wilayah perkotaan dan yang dinilai lapuk, serta berkoordinasi dengan PLN Wilayah Karangasem agar melakukan pemangkasan pohon yang dianggap membahayakan jaringan listrik utama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.