Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bonus Demografi Jadi Kekuatan Indonesia Sebagai Pusat Industri Kreatif

📅 Jumat, 11 Apr 2025, 18:10 WIB | Oleh:
Bonus Demografi Jadi Kekuatan Indonesia Sebagai Pusat Industri Kreatif Doc: Antara/HO-OJK Sulselbar
Ket. Kepala OJK Sulselbar Darwisman dan Deputi Operasional Pegadaian Kanwil VI Makassar Jainuddin pada Festival Generasi Emas Pegadaian di salah satu mall di Kota Makassar.

JAKARTA - Pakar pariwisata dan ekonomi kreatif dari Universitas Andalas, Sari Lenggogeni menyatakan bahwa bonus demografi semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri kreatif dunia.

“Bonus demografi yang dimiliki Indonesia, dengan dominasi generasi Z dan milenial menjadi motor penggerak utama inovasi,” kata Sari ketika dihubungi Antara, Kamis (10/4).

Sari mengungkapkan, Indonesia kini telah masuk dalam tiga besar negara dengan kontribusi ekonomi kreatif terbesar secara global, khususnya dalam subsektor seperti fesyen, gim, dan kuliner.

Menurut dia, generasi muda yang melek teknologi dan penuh semangat kewirausahaan telah menciptakan gelombang baru dalam ekonomi kreatif, mulai dari e-sport, pengembangan gim lokal, hingga fesyen muslim yang kian mendunia.

Di sisi lain, pemerintah pun dinilai semakin responsif mendukung dalam bentuk pelatihan, penguatan ekosistem desa wisata, serta kolaborasi lintas sektor dan wilayah yang terus diperkuat.

Namun demikian, Sari juga menekankan pentingnya forum-forum lintas Kabupaten/Kota sebagai sarana kolaborasi dan rantai pasok antarsubsektor kreatif.

Business matching, pelatihan berbasis standar global, serta kemudahan akses sertifikasi internasional harus terus ditingkatkan. Ini adalah kunci untuk mendorong ekspor produk kreatif Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sari juga menyoroti pentingnya pembangunan pusat-pusat inovasi di kota-kota besar, terutama yang memiliki universitas unggulan.

Adapun langkah strategis ke depan mencakup sertifikasi halal, akreditasi produk ekspor, serta pelibatan komunitas kreatif lokal dalam agenda nasional.

Dengan langkah yang terstruktur dan kolaboratif, kata Sari, industri kreatif Indonesia bukan hanya akan bertahan, tetapi juga melesat sebagai hub global yang diperhitungkan.

"Tapi yang paling penting adalah melakukan standarisasi produk untuk menjadi standar global dulu. Jadi certified dia, dan kemudian kualitasnya juga standar global," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.