Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bogor Ditunjuk Jadi Lokasi Puncak Pekan Menyusui Sedunia

📅 Selasa, 27 Agu 2024, 03:38 WIB | Oleh:
Bogor Ditunjuk Jadi Lokasi Puncak Pekan Menyusui Sedunia Doc: ANTARA/HO-Pemkot Bogor
Ket. Kegiatan Puncak Pekan Menyusui Dunia yang digelar Kemenkes RI di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Minggu (25/8).

BOGOR - Kota Bogor ditunjuk untuk penyelenggaraan Puncak Pekan Menyusui Sedunia (World Breastfeeding Week). Alasannya, Kota Bogor dianggap sangat mendukung pemberian ASI eksklusif.

Penjabat Wali Kota Bogor, Hery Antasari, di Lapangan Sempur Kota Bogor, Minggu, mengatakan Puncak Pekan Menyusui Sedunia menjadi momentum meningkatkan kesadaran akan manfaat pemberian ASI bagi setiap anak. "Ini termasuk menyebarkan informasi kepada keluarga, masyarakat, komunitas, dan petugas kesehatan dalam rangka peningkatan dukungan pemberian ASI eksklusif," kata Hery.

Lebih jauh Hery menjelaskan, untuk mendukung pemberian ASI eksklusif, Pemerintah Kota Bogor sudah memiliki regulasi melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 3 tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak. Kemudian Peraturan Wali Kota Nomor 26 tahun 2017 tentang pemberian ASI Eksklusif. Juga Perwali Nomor 48 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

"Dengan adanya perda dan perwali, pemberian ASI eksklusif di Kota Bogor meningkat," jelas Hery. Angkanya dari 9.942 bayi tahun 2022 menjadi 10.081 bayi tahun ini. Dalam mendukung regulasi tersebut, Hery menjelaskan, Kota Bogor sudah memiliki kelompok pendukung dalam pemberian ASI eksklusif di 68 kelurahan. Tersedia ruang menyusui di seluruh rumah sakit, Puskesmas, instansi pemerintah, perkantoran, dan fasilitas umum seperti pasar tradisional.

Dukung ASI

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menambahkan, Puncak Pekan Menyusui Sedunia dan peluncuran Telekonseling dilakukan di Kota Bogor karena kota ini dinilai sangat mendukung pemberian ASI eksklusif.

Tema yang diusung Puncak Pekan ASI Sedunia adalah "Pekan Menyusui Sedunia, Menutup Jarak, Ruang, dan Waktu melalui Telekonseling Menyusui."

Moto ini sejalan dengan tema dunia "Closing The Gap: Breastfeeding Support For All." Selain itu, Pemkot Bogor juga mendukung kebijakan ruang menyusui di fasilitas umum. Wali Kota menyebutkan di pasar tradisional juga ada tempat menyusui.

"Masyarakatnya juga aktif berolahraga, maka itulah dipilih Kota Bogor," ujarnya.

Di tingkat pusat, kata Maria Endang, Indonesia memiliki dua undang-undang dalam mendukung pemberian ASI eksklusif. Salah satunya, Undang-Undang Kesehatan Nomor 17, Undang-undang Kesejahteraan Ibu dan Anak Nomor 4 Tahun 2024. Ada juga Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024.

"Inovasinya kita luncurkan telekonseling untuk terus meningkatkan cakupan ibu menyusui eksklusif menjadi lebih dari 70 persen agar ibu menyusui anaknya selama 6 bulan pertama hanya dengan ASI eksklusif," ujarnya. Endang menyebutkan, Indonesia memiliki 3.800 konselor dari sekitar 4,8 juta kelahiran setiap tahunnya.

Dia berharap tenaga konselor terus bertambah. Demikian juga dengan tingkat ibu menyusui ASI eksklusif terus meningkat. wid/Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.