Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BNPB Mulai Fokus ke Pemulihan Lingkungan Pascabanjir di Demak

📅 Minggu, 25 Feb 2024, 14:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB Mulai Fokus ke Pemulihan Lingkungan Pascabanjir di Demak Doc: antarafoto
Ket. Banjir di Demak mulai surut.

JAWA TENGAH - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai fokus pada pemulihan (rehabilitasi) lingkungan pascabanjir yang melanda wilayah Demak, Jawa Tengah (Jateng), imbas jebolnya tanggul sungai.

"Berdasarkan laporan BPBD sudah hampir 98 persen surut. Artinya kita sudah harus beralih bagaimana pemulihan lingkungan dilakukan agar ketika potensi banjir dan hujan kembali terjadi bisa meminimalisir risiko banjirnya," ujar Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB Bambang Surya Putra dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (25/2).

Bambang mengatakan hasil kaji cepat yang dilakukan BPBD Kabupaten Demak menyebutkan bahwa banjir sudah mulai surut di hampir 98 persen wilayah. Para warga yang mengungsi juga telah berangsur kembali ke rumah.

Menurutnya, rehabilitasi lingkungan dilakukan agar warga yang terdampak dapat kembali menjalani kehidupan dengan normal.

Pemulihan lingkungan itu, kata dia, antara lain membantu warga membersihkan rumah dan jalanan dari lumpur dan sisa sampah, serta pembersihan saluran drainase.

Selain fasilitas umum dan sosial, pembersihan rumah secara mandiri juga perlu didukung. BNPB sudah merencanakan akan memberikan bantuan seperti alat kebersihan untuk rumah tangga serta penyemprotan disinfektan di setiap rumah yang terdampak kemarin.

Bambang berharap upaya yang dilakukan dapat membantu masyarakat terdampak memulai kembali kehidupannya.

"Jadi pembersihan secara mandiri perlu kita dukung, juga kemudian dukungan dengan pompa air dan mobil tangki yang mungkin listriknya juga belum hidup, sehingga perlu ada dukungan air bersih, ini harus dilakukan sebagai bagian dari percepatan penanganan darurat," katanya.

Disamping itu pemerintah terus mengupayakan percepatan penanganan darurat melalui berbagai cara, antara lain pelaksanaan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mereduksi dan direstribusi curah hujan sebagai mitigasi di wilayah hulu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.