Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BKKBN: Pengantin Harus Sehat Agar Bayi Tidak Stunting

📅 Minggu, 12 Mar 2023, 08:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
BKKBN: Pengantin Harus Sehat Agar Bayi Tidak Stunting Doc: antara
Ket. Ilustrasi pasangan pengantin.

JAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menekankan bahwa setiap calon pengantin harus menjaga kondisi kesehatannya agar bayi yang nantinya dikandung tidak terlahir dalam keadaan stunting.

"Yang mau menikah harus sehat, yang mau hamil dan melahirkan harus sehat. Mau menikah syaratnya lingkar lengan atas minimal 23,5 centimeter, kadar hemoglobin (Hb) 12 ke atas. Jika kurang berarti anemia. Jika setelah diperiksa syarat itu kurang, maka boleh nikah, tapi jangan hamil dulu. Jika hamil anaknya berpotensi stunting," kata Hasto dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (11/3).

Hasto menuturkan calon pengantin perlu mengetahui penyebab-penyebab anak lahir dalam keadaan stunting. Salah satunya adalah calon ibu terkena anemia dan kekurangan asupan gizi utamanya protein hewani.

Kemudian, anak juga dapat menjadi stunting bila sejak kecil tidak diberikan haknya untuk mengikuti imunisasi wajib. Lingkungan yang tidak bersih akan memperlebar potensi tersebut karena anak bisa mudah terkena diare. Sementara penyebab lainnya adalah anak kurang mendapat perhatian dan kasih sayang.

"Jika anak sering diare, berat badan tidak naik, tiga bulan berat tidak naik, tinggi badan tidak bertambah. Anak terindikasi stunting," katanya yang juga Dokter Kandungan itu.

Dengan demikian terkait menjaga ibu agar memiliki kehamilan yang sehat, pencegahan stunting bisa dilakukan dengan cara yang murah, yakni dengan mengkonsumsi lele yang mudah didapat dan bergizi.

Lele dipastikan mengandung DHA dan Omega3 yang mencerdaskan otak bayi. Selain lele, ikan asin atau gereh juga baik untuk dikonsumsi karena mengandung kalsium yang diperlukan ibu hamil. Hasto juga menyampaikan keluarga bisa memakan daun kelor.

"Daun kelor itu sangat baik karena mengandung protein-protein yang menyerupai protein hewani. Cara memasaknya dengan membuang batangnya, hanya daunnya saja yang diolah. Daun kelor dibandingkan tomat dan wortel lebih tinggi kandungan kalsiumnya," katanya.

Sementara itu, Walikota Semarang Hevearita Rahayu mencontohkan bila daerahnya sudah memiliki Kebun Gizi dan Rumah Pelangi Nusantara untuk penanganan stunting.

"Dengan support Kepala BKKBN, Menteri PPPA meresmikan Rumah Pelita untuk anak-anak stunting dan baduta. Di Kelurahan Podorejo, Kecamatan Gunungpati telah diresmikan rumah Pelita kedua dan lokasi-lokasi selanjutnya akan menyusul," ujarnya.

Sebab di Kecamatan Gajahmungkur awalnya terdapat 60 kasus anak stunting, namun saat ini turun menjadi 40 kasus. Dengan demikian, penanganan stunting harus dilakukan dari hulu ke hilir, bukan dimulai sejak bayi lahir.

Ia turut menekankan jika Dinas Kesehatan akan melakukan pemberian gizi kepada anak-anak SMP, sebagai wujud upaya pencegahan stunting yang dimulai sedini mungkin.

"Semoga angka stunting turun menjadi nol persen dengan inovasi terbaru," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.