Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bill Gates Lebih Pilih Membiayai Vaksin Dibanding Pergi ke Mars

📅 Minggu, 05 Feb 2023, 19:19 WIB | Oleh:
Bill Gates Lebih Pilih Membiayai Vaksin Dibanding Pergi ke Mars Doc: AFP
Ket. Bill Gates

LONDON - Miliarder Bill Gates mengatakan bahwa dirinya lebih memilih membayar untuk vaksin dibanding bepergian ke Mars, yang dia nilai bukan cara yang baik menggunakan uang.

"Pergi ke Mars sebenarnya cukup mahal. Anda bisa membeli vaksin campak dan menyelamatkan nyawa dengan uang 1.000 dollar AS (14,9 juta rupiah) untuk setiap nyawa," kata pendiri Microsoft itu kepada BBC.

"Itu yang menjadi semacam alasan untuk tidak melakukan sesuatu seperti - jangan pergi ke Mars," imbuh dia.

Pandangan Gates berbeda dengan sejumlah miliarder lainnya dalam perlombaan luar angkasa. Elon Musk mengatakan bahwa dia ingin menjajah Mars. Miliarder lainnya, Jeff Bezos juga turut serta dalam perlombaan luar angkasa itu.

SpaceX, perusahaan penerbangan luar angkasa yang didirikan oleh Musk pada 2002, memiliki misi mengirim penerbangan berawak ke Mars demi mengkolonisasi planet itu. Sementara Bezos, yang merupakan pendiri Amazon, memimpin perusahaan penerbangan luar angkasa Blue Origin dan telah melakukan perjalanan singkat ke luar angkasa pada 2021.

Ada pula taipan Inggris, Sir Richard Branson yang juga mencapai batas ruang angkasa dengan roket Virgin Galactic miliknya.

Kepada BBC, Gates juga mengatakan bahwa dia percaya kecerdasan buatan akan mengubah kehidupan umat manusia secara dramatis.

"[Kecerdasan buatan] akan membantu kita mencari tahu pertanyaan-pertanyaan seputar medis dan ilmiah. Kecerdasan buatan bukan hanya sekadar robot, tapi juga bisa membantu manusia membaca dan menulis," ungkap dia.

"Faktanya, ada lebih banyak kemajuan pada kecerdasan buatan di luar sisi robotiknya. Keduanya akan memberi kita produktivitas yang jauh lebih tinggi," imbuh dia.

Dalam sesi wawancara itu Gates juga mengaku kaget bahwa dia menjadi sosok yang dilekatkan dengan teori konspirasi selama pandemi Covid-19.

"Saya tidak menyangka itu," kata dia, merujuk pada anggapan bahwa dia mendapat untung dari pandemi atau bahkan memulainya.

"Selama pandemi, ada puluhan juta pesan yang menyebutkan bahwa saya sengaja menyebabkannya (pandemi), atau soal saya melacak orang-orang. Saya memang terlibat dengan vaksin, tapi keterlibatan saya adalah untuk menyelamatkan nyawa," ucap dia.

"Pesan-pesan itu mengatakan sebaliknya. Saya kira orang-orang berupaya mencari 'hantu' di balik tirai dengan penjelasan yang terlampau sederhana. Kedengkian jauh lebih mudah dipahami dibanding biologi," imbuh dia.

Gates, yang telah menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai orang terkaya di dunia, telah memberikan puluhan miliar dollar untuk tujuan filantropis, yang kebanyakan ditujukan untuk masalah kesehatan global, khususnya anak-anak. Dia kini juga membagi fokusnya pada isu perubahan iklim, menuntaskan malnutrisi dan sejumlah penyakit seperti polio dan malaria.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

54 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.