Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bansos untuk Keluarga Pelaku Tawuran harus Dicabut, Biar Kapok!

📅 Sabtu, 03 Jan 2026, 19:12 WIB | Oleh:
Bansos untuk Keluarga Pelaku Tawuran harus Dicabut, Biar Kapok! Doc: ANTARA/Instagram/@jakarta.terkini
Ket. Aksi tawuran dua kelompok remaja di kawasan Flyover Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Kamis (1/1) dini hari.

JAKARTA - Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi, bahkan dicabut bantuan sosialnya untuk keluarga yang anggotanya menjadi pelaku tawuran.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat meredam tawuran di Jakarta. "Tawuran ini adalah perilaku yang menular. Karena itu, setiap keluarga harus berperan aktif untuk memastikan anggotanya tidak menjadi pelaku tawuran," kata Justin di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan bahwa awal tahun 2026 dibuka dengan gelombang tawuran yang terjadi di beberapa titik di Jakarta selama dua hari terakhir.

Tawuran terjadi di Manggarai, Klender dan Ciracas. Kejadian itu merupakan hasil dari ketidakpedulian keluarga dalam mendidik anak-anak atau anggota keluarganya agar tidak turut dalam kegiatan-kegiatan yang negatif.

Untuk itu, Justin mengusulkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengevaluasi atau bilamana memungkinkan untuk mencabut bantuan-bantuan sosial (bansos) kepada keluarga yang anggotanya menjadi pelaku tawuran.

"Pemprov DKI perlu menunjukkan ketegasan. Masalah ini sudah terjadi berulangkali dan semakin larut tanpa adanya serangkaian solusi konkret yang bisa menyelesaikannya secara tuntas," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini terlalu banyak keluarga yang bersikap abai dengan perilaku anggota-anggotanya karena tidak ada konsekuensi terhadap para pelaku tawuran.

Bahkan sudah ribuan kali para pelaku yang diamankan hanya dikembalikan kepada orang tuanya dengan seremoni berpelukan dan berurai air mata belaka.

Bansos ini adalah keringat rakyat Jakarta. "Sebaiknya tidak diberikan kepada mereka yang tidak berpartisipasi menjadi warga Jakarta yang baik," katanya.

Sebelumnya, Kepolisian menggunakan gas air mata untuk membubarkan tawuran yang melibatkan warga Gang Tuyul RW 04 dan warga RW 012 di Terowongan Manggarai, Jalan Dr Soepomo, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/1) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

"Iya pakai gas air mata biar cepat bubar," kata Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKBP Murodih.

Murodih mengatakan, tujuan penggunaan selain untuk membubarkan aksi tawuran, juga demi membuat situasi kondusif sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. "Biar cepat bubar dan tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

44 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.