Berpotensi Melemah Lanjutan, 9 Desember 2025
📅 Selasa, 09 Des 2025, 08:15 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Rupiah berpotensi kembali melemah, hari ini (9/12), karena pelaku pasar memgantisipasi pelonggaran moneter oleh Bank Indonesia (BI) yang membuat imbal hasil aset berdenominasi rupiah berpotensi menurun, sehingga arus modal asing bisa bergerak keluar ke instrumen yang menawarkan return lebih tinggi. Sentimen ini menambah tekanan pada rupiah di tengah dinamika global yang masih sensitif, menjadikan respons kebijakan fiskal–moneter yang terkoordinasi penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong melihat pelaku pasar masih melihat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh BI merespons kebijakan pemerintah yang longgar untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi ke depan. Selain itu, tidak ada katalis lain seperti misalnya data ekonomi dari eksternal atau internal, maupun data survei kepercayaan konsumen yang meningkat, akan dirilis dalam jangka waktu pendek.
Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (9/12), bergerak di kisaran 16.600 – 16.700 rupiah per dollar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!