Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berita Terbaru, Anggota Komisi VII Targetkan Pencapaian Bauran EBT 15 Persen Tahun Ini

📅 Minggu, 25 Jun 2023, 19:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Terbaru, Anggota Komisi VII Targetkan Pencapaian Bauran EBT 15 Persen Tahun Ini Doc: ANTARA/Bayu Saputra
Ket. Para pembicara dalam Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2023 yang diadakan oleh Foreign Policy Communitu of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Sabtu (24/6/2023).

Jakarta - Berita terbaru, anggota Komisi VII DPR sekaligus Ketua Kaukus Ekonomi Hijau DPR RI Mercy Chriesty Barends mengatakan, pihaknya targetkan pencapaian bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 15 persen tahun 2023 ini.

"Tahun ini kita berupaya mencapai angka 15 persen, saat ini sudah sekitar 14,5 - 14,7 persen. Harapan kita akhir tahun ini beberapascale upenergi terbarukan bisa mencapai antara 15 - 17 persen," kata Mercy di Jakarta, Sabtu.

Hal itu ia sampaikan dalam acara Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2023 yang diadakan oleh Foreign Policy Communitu of Indonesia (FPCI). Mercy menjelaskan masih ada selisih kurang lebih 6 - 8 persen dari target bauran EBT pada 2025 yang sebesar 23 persen.

Ia menilai, saat ini masih banyak tantangan untuk mencapai target tersebut. Hal itu dilihat dari persentase penggunaan energi campuran yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang saat ini masih tercatat di angka 62 persen.

"Jadi ini ada problem besar darimix energyyang sementara kita hadapi saat ini, 62 persen itu berasal dari PLTU batu bara, kalau ditotallyditambah dengan yang berbasis diesel dan yang lain-lain, total semuanya kurang lebih sekitar 85 persen," ujarnya.

Meskipun dengan banyaknya tantangan tersebut, pemerintah tetap optimistis mampu mencapai target bauran EBT 23 persen pada 2025. Menurutnya, dalam waktu dekat, hal utama yang perlu lakukan adalah pembenahan regulasi energi melalui pengesahan Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan (RUU EBT). RUU EBT ditargetkan sudah sah pada tahun 2024 mendatang.

"Bahwa transisi energi tidak hanya menjadi wacana dan gerakan sosial tanpa payunglegal standing-nya, jadi harapan kami sebelum 2024 nanti, RUU ini sudah bisa kita sahkan," pungkasnya.

Adapun saat ini sebagian besar produksi energi listrik memang masih menggunakan batu bara dan sumber daya alam yang merupakan karbon. Fenomena itu dianggap menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Oleh karena itu, penggunaan EBT dianggap menjadi solusi dalam mencegah efek terburuk dari adanya kenaikan suhu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.