Beijing Diterjang Banjir Besar! 30 Tewas, Ribuan Mengungsi, China Lumpuh Akibat Bencana Alam Beruntun
📅 Kamis, 31 Jul 2025, 12:05 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Istimewa
JAKARTA - Beijing kini sedang berada di titik nadir. Hujan deras yang mengguyur ibu kota China tanpa henti sejak (23/7/2025) sudah menelan korban jiwa sebanyak 30 orang!
Dari jumlah tersebut, 28 orang ditemukan tewas di Distrik Miyun yang terletak di timur laut kota, sementara dua korban lainnya berasal dari Distrik Yanqing di bagian barat laut.
Kengerian ini tidak datang secara tiba-tiba, tetapi memuncak pada Senin malam (28/7/2025), ketika curah hujan mencatat angka mengejutkan, rata-rata 165,9 milimeter di seluruh Beijing.
Di beberapa titik seperti Langfangyu dan Zhujiayu (Miyun), volume air bahkan melonjak hingga 543,4 mm, cukup untuk membuat jalanan seperti sungai deras yang menelan segalanya.
Tak hanya kehilangan nyawa, bencana ini memaksa lebih dari 80 ribu warga mengungsi dari rumah mereka. Distrik Miyun mencatat 16.934 orang mengungsi, diikuti Huairou dengan 10.464 jiwa, dan Fangshan sebanyak 9.904 warga. Mereka dievakuasi dari puluhan kecamatan yang terendam air dan terisolasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kerusakan infrastruktur pun tak terelakkan. Setidaknya 31 ruas jalan rusak parah, 136 desa gelap gulita akibat pemadaman listrik, dan 1.825 stasiun listrik tumbang. Ratusan penerbangan dibatalkan, jalur kereta api ditangguhkan, dan ibukota China nyaris lumpuh total.
Presiden Xi Jinping pun angkat bicara dan memerintahkan "segala upaya pencarian dan penyelamatan" untuk menekan angka korban. Pemerintah juga menginstruksikan penutupan sekolah, penghentian aktivitas konstruksi, hingga pelarangan pariwisata luar ruangan.
Sementara pasukan penyelamat dikerahkan ke titik-titik paling rawan banjir dan tanah longsor.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, Beijing bukan satu-satunya wilayah yang dilanda teror cuaca ekstrem. Di Provinsi Hebei, delapan orang tewas akibat longsor yang menghantam sebuah desa setelah hujan selama enam bulan dalam dua hari! Empat warga masih hilang dan belum ditemukan.
Kondisi serupa melanda Distrik Jizhou di Tianjin. Rumah-rumah tergenang hingga hanya atap yang terlihat, sementara jembatan dan kabel listrik porak-poranda.
Sebagai puncak dari rangkaian horor ini, Topan Co-May kini mengintai dari timur. Zhejiang menaikkan status tanggap darurat menjadi Level III.
Topan yang bergerak ke barat laut dengan kecepatan 15–20 km/jam ini diperkirakan akan mendarat antara Zhejiang dan Jiangsu pada Rabu (30/7/2025) siang. Hujan deras dan angin kencang akan terus menyapu wilayah timur China selama dua hari ke depan.
China kini menghadapi kombinasi mematikan dari badai, banjir, dan tanah longsor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!