BBPOM-Pemkot Jakbar Temukan Makanan Berformalin saat Sidak
📅 Rabu, 24 Des 2025, 01:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Pemkot Tangerang
JAKARTA- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menemukan item makanan berformalin saat inspeksi mendadak (sidak) pangan pada sebuah swalayan di Kembangan.
“Tapi ada yang tidak aman juga, manisan pala (jenis makanan). Manisan pala ini ternyata mengandung formalin,” kata Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah usai sidak di Jakarta Barat, Selasa (23/12).
Iin mengatakan, temuan itu merupakan hasil pengujian dari 16 sampel makanan yang dijual di swalayan tersebut. “Ini kan tidak disangka-sangka oleh kita secara umum. Tampilan juga tidak terlihat. Masyarakat pun tidak tahu pastinya, mikir kalau formalin itu pasti ada di tahu, di tempe, tetapi ini ada di manisan pala,” ujar Iin.
Oleh karena itu, Iin mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam memilih makanan. “Perlu ketelitian lagi ketika kita membeli makanan yang sifatnya seperti itu, terlihat masih terang warnanya tapi kemudian, kita cek kembali itu, perlu kehati-hatian,” katanya.
Iin pun menyarankan masyarakat untuk menggunakan aplikasi pemeriksaan keamanan makanan yang disediakan BBPOM seperti BPOM Mobile serta kanal dalam jaringan dari Kementerian Pertanian bernama Sistem Informasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (SIPSAT).
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jadi, masyarakat sekarang sebelum membeli itu cek dulu dan ini tidak sulit, di aplikasinya (nama makanan) bisa dicek. Diunduh langsung di HP masing-masing, itu mudah sekali,” ujar Iin.
Selain menemukan makanan yang mengandung formalin, BBPOM juga menemukan item makanan dengan izin edar yang tidak berlaku dan makanan rusak. “Kami menemukan ada tiga item produk rusak, kemudian ditemukan juga produk masa izin edar tidak berlaku, dua item,” kata Kepala Balai Besar POM Jakarta, Sofiyani Chandrawati.
Lebih lanjut, Sofi menambahkan bahwa sidak itu juga berfokus pada peninjauan mutu pengelolaan swalayan, mulai dari perencanaan produk, penyimpanan daging, hingga penyajian dalam etalase. “Pengelolaan misalnya mulai dari perencanaan produk yang dijualnya, kemudian penyimpanan di lemari es, sampai pada produknya,” kata Sofi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Periksa KLIK
BBPOM Jakarta mengimbau warga untuk memeriksa kemasan, label, izin edar dan kadaluarsa (KLIK) sebelum membeli makanan. “Ingat cek “KLIK” sebelum membeli item pangan dan itu juga berlaku untuk kosmetik dan obat-obatan juga,” kata Sofi.
Imbauan itu disampaikan terkait temuan makanan jenis manisan pala berwarna hijau yang mengandung formalin dari 16 sampel makanan yang diuji. Lebih lanjut, kata Sofi, makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya juga dapat dideteksi dari bau serta warna.
“Misalnya tahu itu di pasar biasanya direndam di dalam cairan. Nah, kalau ada formalin, baunya itu sudah tak enak. Jadi, kalau orang-orang yang sensitif itu bisa mencium bau formalin yang tidak enak itu. Kalau mi, mi yang berformalin itu mengkilat dan keras,” kata Sofi.
Kemudian, makanan-makanan yang menggunakan pewarna tekstil juga dapat dideteksi lewat warna makanan.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah juga menyarankan masyarakat menggunakan aplikasi pemeriksaan keamanan makanan yang disediakan BBPOM seperti BPOM Mobile serta aplikasi dari Kementerian Pertanian bernama Sistem Informasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (SIPSAT).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!