Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banyaknya Remaja yang Kehilangan Penglihatan Bukan dari Lahir, Jadi Isu di Gerakan Belarasa 3 Mei Hidupkan Warisan Paus Fransiskus

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 19:30 WIB | Oleh:
Banyaknya Remaja yang Kehilangan Penglihatan Bukan dari Lahir, Jadi Isu di Gerakan Belarasa 3 Mei Hidupkan Warisan Paus Fransiskus Doc: Dok. Istimewa
Ket. Remaja Netra yang didampingi LDD KAJ akan unjuk kebolehan di Peluncuran Gerakan Belarasa yang akan berlangsung sepanjang hari pada Sabtu (3/4) di Museum Nasional.

JAKARTA — Dalam peluncuran Gerakan Belarasa pada Sabtu, 3 Mei 2025 di Museum Nasional, Lembaga Daya Dharma (LDD) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) akan menghadirkan kisah nyata dari pinggiran Ibu Kota—kisah tentang keberanian, ketabahan, dan kebangkitan dari keterpurukan.

Gerakan Belarasa merupakan inisiatif yang meneruskan pesan kemanusiaan Paus Fransiskus: kasih tanpa batas, kepedulian lintas iman, dan keberpihakan pada mereka yang terpinggirkan. Salah satu suara paling menyentuh yang akan tampil datang dari komunitas disabilitas, khususnya para remaja netra yang kehilangan penglihatan bukan sejak lahir, melainkan karena kecelakaan, penyakit, atau kesalahan medis.

"Kebanyakan dari mereka merasa lebih baik mati daripada hidup dalam kegelapan," tutur Anastasia Sri Priharyanti, staf Biro Pelayanan Penyandang Disabilitas LDD KAJ yang telah mendampingi komunitas disabilitas sejak 2001, dalam rilis pers Jumat (25/4).

Namun melalui pendekatan peer counseling dan rehabilitasi berbasis komunitas, para remaja netra mulai menemukan kembali harapan. Mereka kini tampil sebagai seniman, musisi, bahkan mentor bagi sesama disabilitas. Dalam panggung Gerakan Belarasa nanti, mereka akan menampilkan pertunjukan teater dan musik bersama rekan-rekan tuli dan daksa—bukan sebagai objek belas kasihan, tetapi sebagai subjek perubahan.

"Kami ingin dunia melihat mereka bukan sebagai yang lemah, tapi sebagai pelita yang menguatkan sesama," ujar Yanti, sapaan akrab Anastasia.

Di Galeri Bazar Belarasa, publik juga dapat melihat langsung karya-karya komunitas disabilitas. Bukan sekadar kerajinan tangan, tetapi wujud dari proses panjang menerima diri dan berdaya secara sosial.

"Disabilitas bukan soal kekurangan, tapi soal akses. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar kesetaraan bisa benar-benar terjadi—dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari," tambah Yanti.

Acara akan dibuka dengan Doa Bersama Lintas Agama, melibatkan enam tokoh agama besar di Indonesia, termasuk Kardinal Ignatius Suharyo. Dialog publik bertajuk “Kepedulian Lebih kepada Saudara yang Miskin dan Lemah” akan menampilkan Dr. Sukidi Mulyadi, Hj. Alissa Wahid, Dr. Franz Magnis-Suseno SJ, dan Kardinal Suharyo, dimoderatori oleh penulis Ayu Utami.

Pengunjung juga dapat menjelajahi Expo Program Pelayanan Sosial, menyaksikan film dokumenter “He(Art) of Compassion and Hope”, dan menikmati pertunjukan seni dari komunitas yang selama ini jarang mendapat panggung.

Kardinal Suharyo menyatakan bahwa semangat belarasa telah lama hidup dalam Keuskupan Agung Jakarta, bahkan menginspirasi tema kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada 2024: faith, fraternity, compassion. “Paus telah berpulang, tetapi pesan kemanusiaannya hidup. Gerakan Belarasa adalah warisan itu: untuk merangkul yang terpinggirkan dan memberi mereka ruang untuk bersuara dan berkarya,” ujarnya.

Gerakan Belarasa bukan sekadar agenda keagamaan, melainkan panggilan nurani untuk membangun Indonesia yang lebih adil, setara, dan manusiawi—mulai dari mereka yang paling tak terlihat.

“Semoga masyarakat yang hadir semakin peduli dan terlibat, bersama LDD KAJ mewujudkan masyarakat yang inklusif terhadap penyandang disabilitas,” pungkas Yanti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.