Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banyak Perusahaan Australia Dikhawatirkan Tak Bisa Ekspansi ke Asean

📅 Rabu, 04 Sep 2024, 01:05 WIB | Oleh:
Banyak Perusahaan Australia Dikhawatirkan Tak Bisa Ekspansi ke Asean Doc: AFP/William WEST
Ket. Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong

MELBOURNE - Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong mengatakan, bisnis-bisnis Australia berisiko kehilangan kesempatan menikmati ledakan ekonomi yang segera terjadi di Asia Tenggara (Asean), seraya mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap upaya untuk memacu lebih banyak investasi swasta di negara-negara tetangga dekat.

Penanaman modal asing langsung di Asia Tenggara lebih rendah pada tahun 2022, ketika Partai Buruh berkuasa, dibandingkan pada tahun 2014, ujar Wong dalam konferensi Australian Financial Review pada Selasa (3/9).

Dikutip dari The Straits Times, tidak ada satu pun negara Asia Tenggara yang masuk dalam 20 tujuan teratas Australia untuk investasi asing, data pemerintah menunjukkan.

Wong mengatakan ia melihat sedikit kemajuan dalam hubungan korporat antara Australia dan negara-negara tetangganya di utara, meskipun Asia Tenggara diperkirakan akan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2040 dengan populasi yang terus bertambah.

Menteri luar negeri ini khawatir perusahaan-perusahaan Australia akan gagal memanfaatkan peluang tersebut.

"AS ada di sana, Tiongkok ada di sana, Kanada ada di sana, negara-negara lain ada di sana, dan mereka terus berkembang. Kita akan memiliki pangsa pasar yang semakin berkurang. Itu bukanlah resep untuk pengaruh geopolitik atau kemakmuran ekonomi," kata Wong.

Investasi Langsung

Skala dan pertumbuhan investasi langsung asing ke negara-negara Asean oleh Kanada dan Tiongkok telah jauh melampaui Australia, menurut Departemen Luar Negeri dan Perdagangan.

Saham investasi Tiongkok di Asia Tenggara hampir dua kali lipat antara tahun 2016 dan 2020, saham Kanada tumbuh hampir empat kali lipat, katanya.

Seruan Wong untuk memacu hubungan dengan kawasan sekitar muncul saat perlambatan di mitra dagang utama Tiongkok menyebabkan harga bijih besi, ekspor terbesar Australia, jatuh di bawah 100 dollar AS per ton.

Pada saat yang sama, peralihan global menuju energi bersih akan terus mengikis industri batu bara nasional. Australia telah bergerak untuk meningkatkan hubungan diplomatik dengan tetangga dekatnya sejak 2022, khususnya di Asia Tenggara dan Pasifik.

Untuk memacu hubungan ekonomi antara bisnis dan kawasan, Perdana Menteri Anthony Albanese mengumumkan paket senilai 95 juta dollar Australia untuk memfasilitasi investasi pada tahun 2023.

Mantan kepala eksekutif Macquarie Group Ltd. Nicholas Moore, yang ditugaskan untuk membuat rencana ekonomi Asia Tenggara untuk Australia, mengatakan kepada Bloomberg pada tahun 2023 bahwa kekhawatiran akan volatilitas di kawasan itu terlalu berlebihan.

Asia Tenggara "sangat penting bagi kemakmuran dan keamanan Australia," kata Moore dalam laporan akhirnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.