Banyak Beras Lokal Tak Terserap
📅 Senin, 18 Des 2023, 10:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Bulog sebagai lembaga stabilisator pangan harus mengutamakan penyerapan beras lokal ketimbang impor.
Sebab, masih banyak beras hasil varietas unggul lokal yang belum diserap Bulog.
Anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono menegaskan pemerintah seharusnya tak sebatas memastikan ketersedian pangan melainkan juga berupaya mengurai permasalahan di hulu.
Lantaran melihat beras impor menggunung, dia lantas mengaitkannya dengan banyaknya beras hasil varietas unggul lokal yang belum terserap Bulog.
"Kita harus berpikir komprehensif apa yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Misalnya, terkait dengan beras ada banyak permasalahan dasar yang masih dialami dari mulai pupuk, lahan dan juga berkaitan dengan jenis padi.
Bulog belum sepenuhnya bisa menyerap jenis dan varietas padi tersebut yang sebenarnya varietas padi tersebut merupakan varietas unggul lokal," ungkap Ono dikutip dari laman resmi DPR RI, Minggu (17/12).
Adapun Ono Surono baru saja melalukan kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Gudang Bulog Divisi Regional Balikpapan dalam rangka mengecek kesiapan stok pangan menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menekankan Bulog harus kembali mempertimbangkan penerimaan beras hasil varietas padi lokal sesuai dengan daerahnya.
Lebih lanjut, dia mencontohkan adanya varietas padi lokal bernama "Kebo" yang pemuliaannya dilakukan petani di kawasan Indramayu, Jawa Barat.
Meski tahan hama namun jenis padi ini memiliki bulir yang dianggap kurang menarik.
Untuk itu, petani lokal melakukan modifikasi antara Padi Kebo dengan Padi Ciherang yang kemudian menghasilkan bibit Padi Borang.
Ono pun menjelaskan, di Indramayu, pada musim tanam pertama diperkirakan ada 70 persen petani menanam padi jenis Kebo dan Borang.
Kabupaten Indramayu ditargetkan memproduksi 1,8 juta ton gabah dan menjadi salah satu kabupaten/ kota dengan produksi gabah terbesar di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!