Bantuan Sosial Nelayan untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat Pesisir
📅 Senin, 29 Des 2025, 23:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Koba, Babel - Bupati Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Algafry Rahman mengatakan penyaluran bantuan sosial tunai dan bantuan alat penangkapan ikan bagi nelayan, merupakan langkah pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat pesisir di tengah tekanan inflasi.
“Bantuan sosial tunai ini menjadi dana stimulan agar daya beli nelayan tetap terjaga, terutama saat harga kebutuhan pokok dan biaya operasional melaut meningkat,” kata Algafry di Koba, Minggu.
Menurut dia, pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui bantuan konsumtif, tetapi juga dengan mendorong peningkatan produktivitas nelayan melalui penyediaan sarana penangkapan ikan.
“Bantuan alat tangkap ini kami dorong agar nelayan bisa meningkatkan hasil tangkapan sehingga pendapatan mereka lebih stabil,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyalurkan bantuan sosial tunai sebesar Rp200.000 per bulan selama tiga bulan atau total Rp600.000 per nelayan kepada para nelayan di Kabupaten Bangka Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, bantuan alat penangkapan ikan berupa mesin tempel dan cool box berkapasitas 220 liter juga disalurkan kepada tujuh koperasi nelayan.
Selain bantuan dari pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga menyalurkan bantuan kepada dua Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan, yakni KUB Tanjung Udang di Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru, dan KUB Kuda Laut 2 di Desa Baskara Bakti, Kecamatan Namang.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah Imam Soehadi mengatakan masing-masing KUB menerima satu unit mesin kapal berkapasitas 9,8 PK.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain bantuan mesin kapal, kami juga membagikan Kartu Jaminan Sosial kepada 68 nelayan di Desa Tanjung Gunung dan 21 nelayan di Desa Baskara Bakti.
Imam berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas nelayan dalam menjalankan usaha perikanan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nelayan di tengah tekanan inflasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!