Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Tergelincir Pelan-pelan: Pasar Tahan Napas Tunggu Sinyal The Fed

📅 Jumat, 13 Feb 2026, 22:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Tergelincir Pelan-pelan: Pasar Tahan Napas Tunggu Sinyal The Fed Doc: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay
Ket. Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta.

JAKARTA – Pergerakan rupiah yang cenderung konsolidatif mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar di tengah ketidakpastian global.

Investor masih menahan posisi sambil menunggu sinyal arah kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed) serta perkembangan sentimen eksternal, mulai dari data inflasi Amerika Serikat (AS) hingga tensi geopolitik.

Dalam kondisi seperti ini, arus modal cenderung selektif dan volatilitas bergerak terbatas—membuat rupiah lebih banyak bermain di kisaran sempit.

Intinya, pasar belum melihat katalis kuat untuk mendorong penguatan atau pelemahan signifikan, sehingga fase konsolidasi jadi pilihan rasional sambil menanti kejelasan arah dolar dan dinamika global.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Jumat (13/2), bergerak melemah 8 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.836 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.828 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva menilai kurs rupiah bergerak cenderung konsolidatif seiring sikap wait and see pasar menanti arah pergerakan dolar AS dan sentimen global.

“Nilai tukar rupiah (bergerak) sangat terbatas dan cenderung konsolidatif. Pasar tampak berada dalam fase wait and see, terutama menanti arah pergerakan dolar AS dan sentimen global,” ucapnya di Jakarta.

Pelaku pasar disebut mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) serta rilis data ekonomi AS yang berpotensi mempengaruhi ekspektasi terhadap penurunan atau penahanan suku bunga.

Pergerakan yield US Treasury dan arus modal ke emerging markets dinilai juga menjadi faktor kunci.

Adapun sentimen domestik berasal dari prospek inflasi, stabilitas cadangan devisa, serta langkah kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas dan obligasi.

“Selain itu, perkembangan harga komoditas global dan sentimen terhadap pasar saham domestik turut mempengaruhi aliran dana asing dan arah rupiah dalam jangka pendek,” ungkap Taufan.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.844 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.826 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.